Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bupati Rita Titipkan 15 Batang Emas sebagai Jaminan untuk Pengusaha Herry

Mantan General Manager PT Hotel Golden Season Samarinda, Hani Kristianto, Rabu (27/3/2018) dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bupati Rita Titipkan 15 Batang Emas sebagai Jaminan untuk Pengusaha Herry
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap pemberian izin lokasi perkebunan di Kutai Kartanegara Rita Widyasari mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2018). Sidang Bupati Kutai Kartanegara nonaktif itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan General Manager PT Hotel Golden Season Samarinda, Hani Kristianto, Rabu (27/3/2018) dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Yang bersangkutan menjadi saksi di sidang kasus penerimaan gratifikasi dan suap dengan terdakwa Rita Widyasari, Khairudin dan Herry Susanto Gun alias Abun.

Dalam keterangannya, Hani mengatakan Rita menitipkan emas batangan sebagai jaminan.

Karena sebelumnya, Herry telah mengeluarkan uang untuk pengurusan izin tambang dan perkebunan.

Namun dalam prosesnya izin tersebut tidak selesai hingga Herry geram meminta Rita mengembalikan seluruh uang yang telah diberikan kepada Rita.

Herry juga meminta Hani untuk menagih uang tersebut.

"Emas batangan itu sebagai jaminan dari ibu untuk Abun (Herry), diberikan di pendopo bupati. Emas yang terbungkus koran dikeluarkan oleh mas Beni (suami Rita)," kata Hani.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Sekretaris Daerah Kukar Dikonfirmasi Foto Anggota Tim 11 Bupati Rita Widyasari

Saat proses tersebut, Hani menyesalkan karena Rita menuliskan kuitansi dengan keterangan pembayaran utang Hanny pada Herry. Sementara Hanny sama sekali tidak memiliki utang piutang apapun.

Masih menurut Hani, nominal yang tertulis di kuitansi tersebut sangat fantastis yakni Rp 10 miliar.

Yang membuat Hani makin geram, dia disalahkan oleh Herry karena dianggap tidak becus mengurus perizinan.

Sebagai hukuman, Herry tidak memberikan gaji pada Hani.

Hingga anak Hani lahir, Herry tetap tidak mau memberikan uang dengan alasan merasa rugi tidak terbitnya izin perkebunan kelapa sawit yang diajukan oleh perusahaanya.

Lanjut kubu kuasa hukum Rita menanyakan dimana keberadaan emas tersebut?

Hani menjawab sepengetahuan dirinya emas berada di tangan Herry.

"Setahu saya emas ada di Pak Herry. Karena waktu itu saya yang bawa emasnya, di tas saya. Dibawa pulang ke rumah Pak Herry," tambah Hani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas