Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komentar Tsamara soal Putin, Pengamat Sarankan Jokowi Minta Maaf Terhadap Pemerintah Rusia

sebaiknya ‎ Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) minta maaf kepada Presiden Vladimir Putin dan Negara Rusia terkait pernyataan tsamara tersebut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Komentar Tsamara soal Putin, Pengamat Sarankan Jokowi Minta Maaf Terhadap Pemerintah Rusia
capture video
Tsamara Amany Dihujat Akun Resmi Rusia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan politisi PSI Tsamara Amany yang menyinggung soal kondisi politik, kebebasan pers dan tingkat korupsi di Rusia, ditanggapi serius oleh pihak Rusia.

Media negeri beruang merah, yaitu Russia Beyond The Headline (RBTH), langsung meminta supaya Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengajak Tsamara berdiskusi.

Menanggapi hal tersebut pengamat politik Igor Dirgantara berpendapat sebaiknya ‎ Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) minta maaf kepada Presiden Vladimir Putin dan Negara Rusia terkait pernyataan tsamara tersebut.

Baca: Partai Demokrat: Ada Pihak Ekseternal yang Minta Kami Deklarasi April

Karena menurutnya, Tsamara merupakan anggota partai pendukung pemerintah.

"Sebaiknya Presiden Jokowi melakukan inisiatif, dan mengambil langkah elegan dengan menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Putin dan pemerintah Rusia," katanya, Senin (9/4/2018)

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Igor, permintaan maaf tersebut penting dilakukan untuk menjaga hubungan antara Indonesia dan Rusia.

Selama ini hubungan antara Indonesia dan Rusia sangat baik, dan jangan sampai karena komentar tersebut menjadi rusak.

"Hubungan baik yang terjalin selama ini, antara Indonesia dan Rusia jangan sampai terganggu oleh elit politik yang tidak memahami pentingnya hubungan bilateral," katanya.

Baca: FAKTA Pesimis Pemprov DKI Bisa Kurangi Macet dengan Bangun Jalan Baru

Hubungan Indonesia dan Rusia menurut Igor sudah terjalin selama 65 tahun.

Rusia selama ini cukup mendukungan kebijakan pemerintah Indonesia mulai dari ‎ Poros Maritim, terorisme, narkoba, alutsista (modernisasi TNI), penenggelaman kapal asing pencuri ikan di wilayah Indonesia, dan sebagainya.

"Indonesia membutuhkan Rusia tidak hanya soal pembelian alusista dan kenaikan investasi bilateral, tetapi juga dalam konteks Eurasian Economic Union, di mana Rusia adalah negara anggota yang berpengaruh dan dihormati," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas