Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Staf Khusus Mendikbud Resmi Maju Sebagai Bacaleg PSI

Fajar menjelaskan visi, misi, dan program-programnya di hadapan juri independen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Staf Khusus Mendikbud Resmi Maju Sebagai Bacaleg PSI
ist
Fajar Riza Ul Haq 

Tentang Fajar

Fajar Riza Ul Haq lahir di Sukabumi, 1 Februari 1979. Menyelesaikan S1 dalam bidang Hukum Islam di Fakultas Syariah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan alumni Pondok Pesantren Mahasiswa Hajjah Nuriyah Shabran, Sukoharjo (1998-2002). Meraih master dalam bidang Agama dan Lintas-Budaya di CRCS, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (2004-2006).

Selain itu, Fajar juga mengikuti beberapa pendidikan non-gelar di antaranya: School of Economics and Management, Indonesia Executive Program, Universitas Tsinghua, China (2013); Sloan School of Management, IDEAS Indonesia Program, MIT, Amerika (2012), dan Chevening Fellowship di Universitas Birmingham, Inggris (2009).

Kiprah Fajar di bidang sosial dimulai sejak masa sekolah dan mahasiswanya. Pada tahun 2006 bergabung di MAARIF Institute sebagai Direktur Program. Sebelumnya Fajar bekerja sebagai asisten peneliti di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pada tahun 2010 hingga 2016 diamanahi sebagai Direktur Eksekutif MAARIF Institute.

Pernah menjadi Asisten Dekan Sekolah Pascasarjana Pemerintahan dan Kebijakan Publik (2014). Pada tahun 2015, Fajar ditunjuk sebagai anggota Pokja Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan.

Pada tahun yang sama juga dipercaya sebagai Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-2020). Sejak Agustus 2016 dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhadjir Effendy untuk Bidang Kerja Sama Antar Lembaga.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelbagai tulisannya sudah dipublikasikan di antaranya: “Membela Islam, Membela Kemanusiaan” (2017, Mizan), “Kristen Muhammadiyah : Konvergensi Muslim dan Kristen dalam Pendidikan, bersama Abdul Mu’ti (2009, Al Wasath), “Membangun Keragaman, Meneguhkan Pemihakan: Visi Politik Baru Muhammadiyah” (2004, LPAM), dan “Purifikasi dan Reproduksi di Pantai Utara Jawa : Muhammadiyah dan Budaya Lokal”, bersama Asykuri dkk (2003, PSBPS). (*)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas