Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mantan Anggota DPR dari Golkar Menyesal Terima Suap 'Saya Menyesal yang Mulia'

Aditya Moha dan Sudiwardono, menyampaikan penyesalan karena terlibat kasus suap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mantan Anggota DPR dari Golkar Menyesal Terima Suap 'Saya Menyesal yang Mulia'
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota DPR dari Fraksi Golkar Aditya Moha keluar dari gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan (OTT), Minggu dini hari (8/10/2017). Aditya Moha ditahan terkait kasus dugaan suap penanganan perkara ditingkat banding Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aditya Moha dan Sudiwardono, menyampaikan penyesalan karena terlibat kasus suap.

Penyesalan disampaikan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu (25/4/2018).

Mereka saling bergantian meminta maaf saat diberi kesempatan berbicara usai menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa.

Di kesempatan pertama, Aditya Moha menyesali semua perbuatan yang berujung perkara hukum.

"Permohonan maaf paling mendasar keluarga, terutama ibu. Beliau harus menjalani hukuman di Manado. Sampai hari ini belum bisa ketemu dari awal kasus," kata Moha di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Baca: Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Tegaskan Punya Kewenangan Tak Tahan Orangtua Aditya Moha

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu mengakui kesalahan menyuap mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak ada niat menjeremuskan keluarga. Anak-anak masih kecil sangat butuh kasih sayang dan perhatian ayah. Apalagi anak perempuan, kalau di rutan ketemu cuma dua jam," kata dia.

Moha sempat terdiam.

Dia menunduk tak bisa meneruskan kata-kata.

Dari belakang kursi terdakwa, sederet keluarga dan orang dekat Moha ikut menangis mendengar curahan hati Moha.

Di kesempatan itu, dia meminta majelis hakim agar memutuskan putusan serendah-rendahnya.

"Saya mohon kebesaran hati yang mulia untuk saya diputus seringan-ringanya," ujarnya.

Berselang beberapa waktu kemudian, giliran Sudiwardono, menyampaikan pernyataan menyesal.

"Saya ingin menyampaikan penyesalan saya. Saya ini Desember lalu sudah 61 tahun. Tiap minggu ke rumah sakit. Hampir sebulan sudah turun 10 kilo," kata dia sambil menunduk.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas