Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Empat Pesan Bogor Dalam KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim

Pertemuan ulama mancanegara dan cendekiawan muslim ini menghasilkan 4 pesan yang bernama Pesan Bogor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Empat Pesan Bogor Dalam KTT Ulama dan Cendekiawan Muslim
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Presiden Joko Widodo membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia, yang digelar di Bogor, Jawa Barat 

Tasamuh, mengenali dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan.

Syura, mengedepankan konsultasi dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus.

Islah, terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif untuk kebaikan bersama.

Qudwah, merintis inisiatif mulia dan memimpin umat untuk kesejahteraan manusia.

Muwatonah, mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.

2. Menjunjung nilai-nilai tinggi paradigma wassatiyyat Islam sebagai budaya hidup secara individual dan kolektif, dengan melambangkan semangat dan eksemplar dari sejarah peradaban Islam

3. Memperkuat tekad untuk membuktikan kepada dunia, bahwa umat Islam sedang mengamati paradigma Wasatiyyat lslam dalam semua aspek kehidupan;

Rekomendasi Untuk Anda

4. Mendorong negara-negara Muslim dan komunitas untuk mengambil inisiatif penyebaran paradigma Wasatiyyat lslam, melalui World Forum of Wasatiyyat Islam, dalam rangka membangun Ummatan Wasatan, sebuah masyarakat yang adil, damai, inklusif, harmonis, berdasarkan pada ajaran Islam dan moralitas

Semoga Allah memberkati kita semua

Bogor, 3 Mei 2018 /17 Sha’ban 1439H

Diketahui, ‎Indonesia menjadi tuan rumah Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia, di Bogor, Jawa Barat pada 1-3 Mei 2018.

Presiden Jokowi membuka KTT tersebut di Istana Bogor pada Selasa (1/5/2018) lalu.

Baca: Kunjungi Mabes TNI, Jokowi dan Sultan Brunei Kenakan Baju Loreng Militer

Dikatakan ‎Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) Din Syamsuddin mengatakan, acara tersebut merupakan mandat Keppres untuk mempromosikan Islam Wasatiyyah, karena inilah hakekatnya Islam yang menekankan pendekatan jalan tengah.

Pertemuan itu dihadiri oleh 100 tokoh ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas