Tribun

Pernikahan Cucu Soeharto

Saat Mbak Tutut Mantu, Keluarga Cendana Pun Berkumpul

Dalam prosesi Akad Nikah Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi saksi dari mempelai pengantin perempuan, Sekar Rukmana.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Saat Mbak Tutut Mantu, Keluarga Cendana Pun Berkumpul
TRIBUN/HO
Cucu Presiden kedua RI Soeharto, yang merupakan putri dari Siti Hardijanti Rukamana, Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana (kanan) bersama calon suaminya Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis menjalani prosesi akad nikah di Bali Room Hotel Kempinsky, Jakarta, Minggu (6/5/2018). TRIBUNNEWS/HO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Jumat Wage Sampai Minggu Legi. Hari pernikahan putri bungsu pasangan Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut Soeharto dengan Indra Rukamana, Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana atau Sekar (25) menjadi hari yang membahagiakan bagi keluarga cendana.

Cucu Presiden Republik Indonesia ke-2 Alm. Soeharto itu resmi menikah putra sulung dari pasangan Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis atau Ajie (25) pada Minggu Legi (6/5/2018) di Grand Ballroom Bali Room Hotel Kempinsky, Jakarta Pusat.

Baca: Pulang Usai Manggung, Ada Penampakan Pocong dan Kuntilanak di Sepanjang Perjalanan

Baca: Menyanyi di Tempat Terpencil, Honor di Amplop Berubah Jadi Daun

Sebelumnya, anggota Keluarga Cendana tersebut telah melangsungkan beberapa tradisi pernikahan adat Jawa khususnya Jogjakarta sejak Jumat Wage (4/5/2018). Pada hari Jumat (4 /5/2018) acara tersebut dimulai dengan pembacaan Tahlil, Pasang Bleketepe (anyaman daun kelapa sebagai simbol diselenggarakan hajatan mantu) di rumah Sekar di Jalan Yusuf Adiwinata SH. No 14, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh santri dan keluarga terdekat.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Pasang Tuwuhan (berbagai tumbuhan produktif di tempat-tempat tertentu sebagai simbol “tumbuhnya kehidupan melalui pernikahan” dan janur kuning sebagai penangkal energi negatif), pembacaan khotmil Qur’an dari Institut Ilmu Al Qur’an, pembacaan riwayat Nabi Muhammad Saw., pencatatan pernikahan oleh petugas pencatat nikah, Bucalan (prosesi tolak bala’) dan penyajian Ubo Rampe Majemukan.

Makna dari keseluruhan prosesi hari pertama pernikahan Sekar Rukmana dan Aji Maryulis tersebut merupakan bentuk munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa agar prosesi pernikahan sebagai pintu memasuki kehidupan yang baru, “keluarga”, senantiasa memperoleh ridho dan perlindungan-Nya.

Kemudian pada Sabtu Kliwon (5/5/52018) diselenggarakan acara Sungkeman (mencium kaki ibu), Siraman dari air yang diambil dari tujuh mata air, Potong Rikmo (potong rambut mempelai perempuan), Kerik, Paes, Dodol Dawet, Dulang Pungkasan (memotong tumpeng), Tanem Rikmo (menanam rambut) dan Midodareni.

Sungkeman dengan Sungkem Ngaras (sujud mencium kaki) yang dilakukan calon penganten perempuan (Sekar) kepada orang tua yang disaksikan pinisepuh keluarga. Sungkeman merupakan prosesi permohonan doa restu dan ijin untuk memasuki hidup baru (hidup berkeluarga) oleh calon penganten putri kepada kedua orang tua yang disertai permohonan maaf atas semua kesalahan. Dalam proses tersebut, calon pengaten putri juga membasuh kedua kaki orang tuanya.

Siraman dilakukan menggunakan air dari tujuh mata air, sebagai prosesi menghilangkan segala kotoran (baik fisik maupun batin). Indra Rukmana bersama Siti Hardiyanti Rukmana menuangkan air kendi untuk “wudhu” Calon Pengantin Putri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas