Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ali Imron, Pernah Ungkap Jaringan Teroris dengan Kemampuan Lebih Besar dari ISIS, Ada di Indonesia

Mantan perencana dan pelaku serangkaian aksi terorisme di Indonesia termasuk bom bali, Ali Imron membeberkan sejumlah hal terkait kasus terorisme.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Suut Amdani
zoom-in Ali Imron, Pernah Ungkap Jaringan Teroris dengan Kemampuan Lebih Besar dari ISIS, Ada di Indonesia
Kolase Tribunnews
Ali Imron 

Yang di dalamnya diajarkan bahwa tak mungkin mengkafirkan semua umat islam.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan JAD yang berafiliasi dengan ISIS.

Ali imron memaparkan bahwa akidah yang dipakai JAD adalah akidah Takfiri atau menghalalkan darah manusia.

Karena akidah yang dimiliki ISIS tersebut lah, hingga kini pada jamaah JAD santer mengincar pihak kepolisian.

Selain karena akidah, rupanya alasan JAD mengincar polisi adalah untuk tujuan politik.

Artinya mereka (JAD) memanfaatkan kesempatan untuk menyakiti polisi ketika banyak masyarakat yang justru disakiti oleh polisi,

Kesempatan mengenai stigma tersebut akhirnya dipakai oleh ISIS dengan tujuan ketika mereka (ISIS) ini menyerang polisi, masyarakat akan cuek.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal lain yang menyebabkan JAD ini menyerang polisi dimungkinkan karena adanya rasa dendam.

Karena banyak rekan-rekannya yang ditangkap oleh pihak kepolisian.

Meski begitu, tak menutup kemungkian ada pihak lain yang akan diserang oleh JAD.

"Nggak cuma polisi, menurut mereka juga sebenarnya bisa saja menargetkan TNI, Anggota DPR, Presiden," ujar Ali imron.

Padahal menurut Ali imron, jaringan Islamiyah itu lebih besar daripada JAD.

Namun karena akidah JI tak sama seperti ISIS, maka mereka tak mungkin ikut melakukan penyerangan kepada pihak kepolisian.

"Kemampuan kami padahal lebih besar daripada ISIS, tapi karena akidah kami tidak sama seperti ISIS jadi ya kami nggak bisa melakukan seperti mereka," ucap Ali imron.

Menurutnya lagi, selama ini, kelompok JAD selalu mencari pembenaran, bukan kebenaran.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas