Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Komentar Zulkifli Hasan Soal Wacana Koalisi Keumatan

Koalisi Keummatan yang diusulkan Habib Rizieq Shihab, melibatkan empat partai yakni PKS, PBB, PAN, dan Gerindra.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Willem Jonata
zoom-in Komentar Zulkifli Hasan Soal Wacana Koalisi Keumatan
Istimewa
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan bertemu Aktivis dan para Petani Kopi Jember di City Forest Jember, Minggu (22/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Zulkifli Hasan, Ketua MPR yang juga menjabat ketua Umum PAN, menanggapi santai ‎soal wacana Koalisi Keumatan yang diusulkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Menurutnya, partai bebas membentuk koalis, hanya tidak boleh berkelahi.

"Sekarang koalisi apa aja silahkan saja, yang engga boleh itu berantem," kata Zulkifli usai acara buka bersama di Kediamannya, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat, (8/6/2018).

Adapun mengenai Koalisi Keumatan, menurut Zulkifli, hanya penamaan. Hal tersebut lumrah dan sah-sah saja.

"Koalisi rakyat mau koalisi umat silahkan saja. Saya kira kan nama enggak apa-apa. yang enggak boleh itu berkelahi, berantem," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan partainya sedang menjajaki Koalisi Keumatan yang diusulkan oleh Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

BERITA REKOMENDASI

Koalisi Keumatan tersebut melibatkan empat partai yakni PKS, PBB, PAN, dan Gerindra.

"Sudah ada pembahasan tahap kedua," ujar Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, Rabu, (6/6/2018).

Adapun pembahasan yang sudah dilakukan menurut Mardani yakni mengenai platform koalisi.

Pembahasan selanjutnya yakni mengenai siapa saja partai anggota Koalisi Keumatan, untuk kemudian nantinya menentukan capres dan cawapres yang akan diusung.

"Jangan sampai yang terjadi adalah kita kumpul tapi tidak ada isinya,"katanya.

Mardani memperkirakan ada tujuh tahap pertemuan lagi untuk mensolidkan koalisi.

Meskipun konsntrasi partai saat ini terpecah karena harus mengurusi Pilkada Serentak 2018, ia berharap koalisi Keumatan segera terbentuk.

‎"Karena kami berharap ada efek ke pilkada. Kalau Pak Jokowi mah enak enggak ngurusin pilkada. Kalau kita ngurusin pilkada. Kalau diumumkan sebelum pilkada itu akan baik buat pilkada kami," katanya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas