Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Analisis SMRC Terkait Peluang Jusuf Kalla Jika Maju Capres 2019

"Sekarang kan pertanyaannya JK ini majunya lewat mana? karna Golkar kan sudah ada Airlangga," ujar Hendri

Analisis SMRC Terkait Peluang Jusuf Kalla Jika Maju Capres 2019
Tribunnews.com/Rina Ayu
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus Analisis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, mengatakan satu-satunya kesempatan bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk maju sebagai Capres 2019 ialah menunggu Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi Pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 terkait Presidential Threshold. 

Dalam pasal tersebut mengharuskan parpol atau gabungan parpol mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk mengusung calon presiden dan wakil presiden.

Baca: SMRC: Ada Empat Tantangan bagi JK jika Masuk Bursa Capres

"Kita berdoa supaya MK 0 persen tanpa Presidential Threshold kalau dengan tanpa Presidential Threshold Pak JK insyaallah akan lebih dimudahkan untuk maju," ujar Hendri, di Kantor Dewan Pres, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018).

Hal itu menjadi cara satu-satunya JK bila ingin maju menjadi Capres 2019, sebab dirinya sudah tidak tergabung kedalam partai politik. 

"Sekarang kan pertanyaannya JK ini majunya lewat mana? karna Golkar kan sudah ada Airlangga," ujar Hendri. 

Hendri mengatakan peluang JK untuk maju di Pilres 2019 jauh lebih baik, ketimbang pada pilkada tahun 2004. 

Diketahui saat itu JK maju sebagai wakil presiden mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Waktu itu SBY elektabilitasnya tinggi sekali jadi semuanya orang melihatnya SBY. Tapi waktu Jokowi-JK, orang tidak hanya melihat Jokowi tapi juga melihat JK, jadi dia punya kesempatan untuk bersaing dengan Jokowi," ujar Hendri. 

Terbaru, JK disebut-sebut akan berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pilpres 2019. 

Wacana tersebut muncuat lantaran JK kembali satu mobil dengan Gubernur Jakarta Anies Baswed‎an.

Terhitung dalam satu minggu terkahir sudah tiga kali keduanya duduk satu mobil bersama.

Baca: Pasca-OTT KPK, Wagub Aceh: Pemerintahan Tetap Jalan

Terkahir keduanya terlihat satu mobil saat menghadiri halalbihalal Idul Fitri 1439 H di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No.52, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

Sebelumnya juga santer terdengar bila JK akan berduet bersama Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). 

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas