Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seberapa Penting Makna 'Diplomasi Batik' di Pertemuan Prabowo dan SBY Semalam?

Perengan menggambarkan sebuah garis menurun yang mengarah dari tinggi ke rendah secara diagonal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Seberapa Penting Makna 'Diplomasi Batik' di Pertemuan Prabowo dan SBY Semalam?
IST
) 'Diplomasi batik' ala Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, di kediaman SBY di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam (24/7/2018). 

Batik yang tampak sangat bagus saat melekat pada tubuh SBY itu memiliki makna adanya harapan atau keinginan untuk menjadi sejahtera.

Makna itulah yang mungkin hendak disampaikan ayah dari Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) itu kepada publik.

Kata Sido memiliki arti terus menerus, sedangkan kata Mukti berarti hidup berkecukupan atau bahagia.

Dahulu, para Pembatik biasanya melakukan puasa dan doa sebelum membuat batik motif Sidomukti ini, agar siapapun yang memakainya kelak bisa memperoleh kebahagiaan yang sempurna.

Sidomukti, biasanya dikenakan pada momen sakral, yakni upacara perkawinan.

Batik Parang Rante

Jenis batik yang dipakai Prabowo memiliki makna berbeda dari apa yang dikenakan SBY.

Rekomendasi Untuk Anda

Batik satu ini merupakan salah satu motif yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng.

Perengan menggambarkan sebuah garis menurun yang mengarah dari tinggi ke rendah secara diagonal.

Dalam batik tersebut, terdapat susunan corak yang menyerupai huruf S yang terlihat saling terjalin tanpa terputus yang memiliki arti kesinambungan.

Bentuk dasar huruf S itu diambil dari riak pada ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam, tampak sangat cocok dengan semangat Prabowo yang terlihat selalu menggelora.

Batik yang dipakai Prabowo merupakan batik asli tanah air yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Surakarta (Solo).

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas