Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Diminta Tak Buat Kebijakan Sengsarakan Petani Tebu

Seharusnya, ujar Linda, pemerintah membantu petani agar bisa menjual hasil produksi gula dengan harga bagus kepada industri.

Pemerintah Diminta Tak Buat Kebijakan Sengsarakan Petani Tebu
ist
Petani tebu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Linda Megawati mengingatkan pemerintah agar tidak membuat kebijakan yang menyengsarakan petani.

Menurut Linda, langkah pemerintah membatasi harga beli gula dari petani di bawah Rp 10 ribu telah membuat petani tebu menderita.

"Saya mempertanyakan kenapa pemerintah ketika petani tebu sedang panen, tetapi mematok harga beli gula dalam negeri dengan harga rendah. Ini kan tidak tepat. Kasihan nasib petani tebu kita, yang seharusnya untung di musim panen malah merugi," kata Linda dalam keterangan tertulis, Senin (30/7/2018).

Baca: Datangi Kantor Gubernur DKI, Rizal Ramli Mengaku Sudah Lama Tak Bertemu Anies

Linda menuturkan langkah Mendag membatasi harga pembelian gula petani lokal oleh Bulog sebesar sekitar Rp 9.700 saat ini sangat merugikan petani.

Pasalnya, biaya yang mesti dikeluarkan petani untuk memproduksi gula saja kabarnya sudah di atas Rp 10.000.

Politikus Demokrat itu juga mempertanyakan langkah pemerintah yang hanya menugaskan Bulog untuk membeli gula dari petani lokal.

Padahal, kata Linda, bisa saja ada pihak swasta atau industri yang hendak membeli gula dari petani dengan harga lebih tinggi dari harga pembelian Bulog sebagaimana ditetapkan pemerintah sebesar Rp 9.700.

Baca: Uji Materi ke MK Tegaskan Sikap Perindo Inginkan Jokowi-JK Dua Periode

"Kalau harga beli dari pemerintah Mendag ke petani rendah, kenapa Bulog saja yang ditugasi untuk membeli gula petani lokal. Lebih baik diserahkan saja kepada petani dan industri dalam menentukan harga. Bebaskan saja petani bernegosiasi mencari pembeli selain Bulog agar mereka saat musim panen ini tidak rugi," katanya.

Saat ini, kata Linda, nasib petani tebu yang memproduksi gula lokal dalam skala kecil juga semakin sulit.

Sebab, pemerintah terus memberi ijin kepada industri gula besar nasional untuk mengimpor raw sugar dari luar negeri dengan harga lebih rendah dari gula produksi petani lokal.

"Pemerintah seharusnya mengatur gula impor saat musim panen, agar gula petani lokal bisa diserap industri. Sudah gitu jangan yang suruh membeli gula petani lokal cuma Bulog. Jadi yang susah sekarang bukan cuma petani lokal, tapi juga Bulog," imbuhnya.

Seharusnya, ujar Linda, pemerintah membantu petani agar bisa menjual hasil produksi gula dengan harga bagus kepada industri.

"Kasihan nasib petani kita sekarang sungguh prihatin. Pemerintah seharusnya memikirkan nasib petani supaya mereka sejahtera saat musim panen," pungkasnya.

Editor: Ferdinand Waskita
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas