Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Reaksi Ahmad Dhani Atas Postingan Wanda Hamidah

Dalam postingannya itu, Wanda menuliskan tentang sosok yang dulu pengagum Gus Dur dan Soekarno yang kini jadi penebar kebencian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahid Nurdin
zoom-in Reaksi Ahmad Dhani Atas Postingan Wanda Hamidah
Tribunnews.com, Instagram/Wanda Hamidah
Kolase Ahmad Dhani dan Wanda Hamidah 

Dia mengatakan, dirinya tak keluar menemui pendemo lantaran takut emosi dan bersikap gaduh.

"Saya kan takut, kalau saya keluar, saya marah terus saya habisi semuakan repot,"ujar Ahmad Dhani.

Oleh sebab itu, dirinya memilih untuk bersabar menunggu di dalam lobby hotel.

Ahmad Dhani semula dijadwalkan hadir di acara deklarasi tersebut bersama Neno Warisman. Namun, Neno Warisman belum terlihat hadir.

Sebelumnya, aksi deklarasi Relawan Ganti Presiden 2019 yang dihadiri ratusan orang di sekitar Monumen Tugu Pahlawan Surabaya dibubarkan polisi.

Polisi menyebut aksi tersebut tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dan banyak menuai protes dari warga Surabaya.

Tanggapan Wasekjen Rijalul Ansor 
Muhammad Maftuh selaku Wasekjen Rijalul Ansor Pusat ikut menanggapi vlog buatan Ahmad Dhani.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia merasa tersinggung karena seorang teman Dhani menyebut "Bansor idiot".

"Sebenarnya yang idiot ini siapa, Banser atau siapa," ujar pria yang akrab disapa Gus Maftuh itu pada TribunJatim.com.

Ia menambahkan, jika Ahmad Dhani datang baik-baik, pihaknya akan menerima dengan baik.

Datang baik-baik yang dimaksud adalah dalam bentuk konser atau sekedar silaturahmi.

"Tapi ini lain, Anda mau ngobrak-abrik Surabaya," kata Gus Maftuh.

"Surabaya tidak takut dengan itu."

Ada satu teman Ahmad Dhani lagi yang dalam vlognya menyebut hijabnya sempat ditarik-tarik.

Teman perempuan Dhani itu lalu menantang untuk "satu lawan satu".

Mengenai hal tersebut, Gus Maftuh memberikan tanggapan.

"Itu sudah masuk anarkisme," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya tak bermaksud menolak adanya aksi #2019GantiPresiden.

Tapi, yang ditolak adalah esensi yang ada di baliknya.

"Sebenarnya tujuan Anda ini bukan untuk ganti presiden," kata Gus Maftuh.

"Tapi, ganti NKRI ini untuk menjadi negara khilafah."

"Kami sudah cukup tahu dasar itu karena kami punya intelejen yang menyelidiki siapa di belakang mereka."

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas