Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kementan Optimis Produksi Padi Terjaga Saat Kemarau

Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis produksi padi di semester dua tahun 2018 masih akan maksimal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer

Maka, meski sejak 2015 BPS menyatakan tidak lagi merilis data produksi beras, BPS tetap lembaga yang sah mengeluarkan Angka Ramalan berdasarkan hasil rapat koordinasi BPS-Kementan.

Upaya Optimal Menghadapi Kemarau

Faktor utama yang menyebabkan kekeringan terjadi adalah berkurangnya curah hujan. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi penurunan signifikan curah hujan pada bulan Juni-agustus 2018 dibandingkan curah hujan tahun 2017 yang lebih fluktuatif.

Penurunan terbesar pada bulan Agustus 2018 sebesar 32.21 (mm) sedangkan pada Agustus 2017 sebesar 138.47 (mm).

Potensi lahan yang terkena kekeringan seluas 135.226 ha, masih bisa berkurang jika di lokasi tersebut masih memiliki air sedikit dan dilakukan pompanisasi.

Untuk memelihara optimisme produksi padi 2018, Kementan telah melakukan berbagai upaya menghadapi kekeringan. Menjaga kecukupan ketersediaan air, untuk jangka pendek Kementan membuat sumur pantek dan pompanisasi air sungai di wilayah potensial.

Selain itu, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, minimalisir risiko kekeringan, penyediaan asuransi usahatani dan menggenjot pertanaman di lahan rawa, lebak dan pasang surut.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemarau adalah fenomena iklim yang berulang tiap tahunnya. Untuk penanggulangan kekeringan jangka panjang Kementan melakukan program perbaikan irigasi, bantuan alsintan, pembangunan embung, pengembangan tata air mikro di lahan rawa dan pasang-surut, dan bantuan benih tahan kekeringan untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan menghindari penurunan hasil produksi petani.

Puluhan infrastruktur besar berupa bendungan juga tengah dibangun di berbagai daerah.

“Kekeringan sangat kecil dampaknya, bahkan sebaliknya kekeringan menjadi peluang kita karena lahan rawa yang biasanya terendam justru berproduksi dengan sempurna,” tutup Gatot. (*)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas