Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Benny Moerdani Berani Menangkap Komandannya Sendiri Gara-gara Mau Culik AH Nasution

Sebelumnya, AH Nasution sempat menjabat Kepala KSAD namun dicopot setelah mengarahkan meriam ke Istana Negara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ravianto
zoom-in Kisah Benny Moerdani Berani Menangkap Komandannya Sendiri Gara-gara Mau Culik AH Nasution
Jenderal TNI Leonardus Benjamin Moerdani atau Benny Moerdani 

Sersan Kompi B mencari-cari mayor Djaelani.

Mereka ingin menangkap Djaelani dan perwira Kompi A yang terlibat rencana penculikan AH Nasution.

Suara senapan menyalak bersahut-sahutan.

Kapten Soepomo, mantan anggota RPKAD dari Kompi A juga datang mengendarai tank dari markas kavaleri di Bandung.

Namun, Mayor Djaelani yang dicari-cari itu tidak ada di Batujajar.

Ia tengah menghadiri acara di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) di Bandung.

Sugiyanto mengatakan Soepomo adalah otak penangkapan Djaelani.

 Jejak Jenderal Benny Moerdani Tundukkan Musuh Paling Elite dari Inggris, Kekuatannya Nggak Main-main

Rekomendasi Untuk Anda

Soepomo bekerjasama dnegan para juniornya di RPKAD termauk Benny Moerdani.

Kemudian, Benny Moerdani datang ke markas RPKAD setelah sekian lama dirawat di rumah sakit.

Menurut Sugiyanto, Benny Moerdani sudah lama berencana menagkap komandannya itu.

Pada malam sebelum Djaelani berangkat ke SSKAD, Benny menawarkan diri mengawal kepergian Djaelani, namun ditolak.

"Benny ingin mengawal agar bisa menangkap Pak Djaelani," katanya.

Benny Moerdani bersama rekan-rekannya mengejar Djaelani ke SSKAD.

Di sana ia dihadang oleh pasukan dari kesatuan lain.

Benny Moerdani yang masih perwira berusia 24 tahun itu nekat mendatangi acara yang dihadiri oleh petinggi tentara.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas