Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hanura: Ocehan Negatif ke Pemerintah Soal Pelemahan Rupiah Cenderung Politis

Oso pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Hanura: Ocehan Negatif ke Pemerintah Soal Pelemahan Rupiah Cenderung Politis
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Oesman Sapta Odang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan demi pernyataan bernada negatif terus bermunculan dialamatkan kepada pemerintah saat mata uang Rupiah mengalami pelemahan terhadap Dollar Amerika Serikat.

Terkait hal tersebut Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan pernyataan negatif kepada pemerintah dinilai politis.

Padahal, selama ini kata Oesman pemerintah terus bekerja keras dalam menjaga rupiah.

"Pandangan negatif yang dialamatkan kepada pemerintah cenderung politis. Ada sasaran politik, supaya rakyat terpengaruh. Namun, saya yakin, rakyat tidak terpengaruh dengan ocehan yang tidak realistis,” ucapnya dalam pernyataannya di Jakarta Kamis (6/9/2018) siang.

Menurut pria yang akrab disapa Oso ini makin menguatnya Dollar AS merupakan siklus perekonomian dunia, bukan karena persoalan ekonomi dalam negeri.

Ketua DPD ini juga menjelaskan, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan sejumlah politisi terkait kenaikan Dollar AS dan turunnya nilai Rupiah lebih karena ingin menjatuhkan kredibilitas pemerintah.

Tujuannya tentu politik, yakni agar rakyat tak lagi percaya terhadap Pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia menambahkan, melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS disebabkan krisis perekonomian global.

Sedangkan dari sisi fundamental ekonomi dalam negeri, masih sangat kuat.

Oso pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Dia yakin, masalah itu bakal segera teratasi dengan baik.

“Apa yang terjadi saat ini, bukan masalah perekonomian dalam negeri. Ini siklus ekonomi dunia. Dan kita sudah memiliki sistem yang kuat untuk melewatinya,” ujarnya.

Melemahnya mata uang lanjut Wakil Ketua MPR ini juga tak hanya dialami Indonesia.

Bahkan, nilai tukar Turki anjlok 80 persen, Argentina 56 persen, dan Inggris 5 persen.

"Yang hebat adalah Jepang, minus dua persen. Sama dengan Meksiko. Dulu Meksiko paling jelek, sekarang bisa (bangkit). Artinya, ini disebabkan siklus ekonomi dunia,”kata Oso.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas