Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BNPB: Letusan Gunung Anak Krakatau Bisa Jadi Potensi Wisata

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Gunung Anak Krakatau tetap aman meski terus mengeluarkan lava pijar setiap harinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
zoom-in BNPB: Letusan Gunung Anak Krakatau Bisa Jadi Potensi Wisata
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Gunung Anak Krakatau tetap aman meski terus mengeluarkan lava pijar setiap harinya.

Mesti terus menunjukan aktivitas vulkanis, justru Gunung Anak Krakatau dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan bahkan berpotensi menjadi lokasi wisata baru di Indonesia.

Baca: Buntut Hoax Ratna Sarumpaet, Relawan Projo Laporkan BPN Prabowo-Sandi ke Bawaslu

“(Letusan Gunung Anak Krakatau) justru jadi potensi wisata. Wisatawan asing banyak begitu menikmati. Apalagi malam hari lihat batu pijar, mereka jauh-jauh dari negaranya lihat itu,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (4/10/2018).

Sutopo pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik mendengar letusan yang hampir setiap hari terjadi di gunung yang berada di Selat Sunda itu.

“Masyarakat sekitar Lampung, Banten nggak usah takut, nggak akan, Gunung Anak Krakatu meletus seperti ibunya, karena dapur magma energi kecil,” ujarnya.

Sebaran abu dari gunung berapi berketinggian 338 meter dari permukaan laut (MDPL) itu juga dipastikan tidak mengganggu aktivitas transportasi sekitar.

Rekomendasi Untuk Anda

Sutopo pun menyebut nasyarakat juga tetap aman dalam radius 2 kilometer dari kawah.

“Sebaran abu juga aman nggak ganggu pelayaran, penerbangan,” ucap Sutopo.

Sutopo menjelaskan aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau wajar, sebab gunung meletus untuk tumbuh besar.

“Meletus-letus dalam sehari 156 kali. Dia tidak akan letusan besar," ujar Sutopo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas