Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelamar CPNS 2018 Terima Pesan Berisi Berkas yang Kurang via WhatsApp, Ini Saran dari BKN

Bagi para pelamar CPNS 2018 yang menerima pesan berisi berkas yang kurang via WhatsApp, jangan langsung percaya. Inilah saran dan instruksi dari BKN.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sri Juliati
zoom-in Pelamar CPNS 2018 Terima Pesan Berisi Berkas yang Kurang via WhatsApp, Ini Saran dari BKN
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Bagi para pelamar CPNS 2018 yang menerima pesan berisi berkas yang kurang via WhatsApp, jangan langsung percaya. Inilah saran dan instruksi dari BKN. 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi para pelamar CPNS 2018 yang menerima pesan berisi berkas yang kurang via WhatsApp, jangan langsung percaya. Inilah saran dan instruksi dari BKN.

Sejumlah netizen di media sosial Twitter menyoroti pesan dan informasi yang disampaikan panitia penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018 mengenai kekurangan berkas pendaftaran yang harus diunggah.

Netizen heran, sebab informasi tersebut disampaikan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Satu pesan disampaikan oleh panitia penerimaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Berikut bunyi pesan yang beredar:

Panitia penerimaan CPNS Kabupaten Jember tahun 2018. Hasil verifikasi berkas CPNS, ada data yang kurang, di antaranya:

- scan ijazah S1

Rekomendasi Untuk Anda

- scan transkrip S1

- scan STR

Diminta dengan segera mengirimkan kekurangan tersebut ke WA no ini. Terima kasih. Tim verifikator cpns kab. Jember

Netizen menanyakan kebenaran pesan tersebut ke akun resmi Twitter Badan Kepegawaian Negara ( BKN), @BKNgoid.

"Min teman saya dapat WA seperti ini perihal kekurangan data yang di unggah. Apakah benar kekurangan data itu di kirim WA atau upload kembali di sscn?" tulis akun @Denyk94.

Dalam balasan twit tersebut, ada seorang netizen yang mengaku mendapatkan pesan sama, namun melalui telepon.

"Jember memang keren, sy malah di telpon seminggu yg lalu terkait kurang dokumen. Mudah2an pertanda baik," tulis akun @cahyamata1.

Tanggapan BKN Saat dihubungi Kompas.com, Kepala Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan klarifikasi kebeneran informasi tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas