Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selama 2018 Terjadi 1.999 Bencana, 3500 Orang Lebih Tewas dan Hilang

Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Selama 2018 Terjadi 1.999 Bencana, 3500 Orang Lebih Tewas dan Hilang
Tribun Lampung/Perdiansyah
Aktivitas warga di Pelabuhan Pantoloan Wani, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018 pasca bencana gempa dan tsunami. Warga mengumpulkan besi dan barang barang bekas yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Tribun Lampung/Perdiansyah) 

Pada tahun 2010 tercatat 1.944 kejadian bencana. Beberapa kejadian besar terjadi secara beruntun selama 2010 yaitu banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai, erupsi Gunung Merapi, dan erupsi Gunung Bromo.

Dampak yang ditimbulkan bencana selama tahun 2010 adalah 1.907 orang meninggal dunia dan hilang, 35.730 orang luka-luka dan 1,66 juta orang mengungsi dan terdampak bencana.

Selama tahun 2018 ini, bencana hidrometeorologi tetap dominan. Jumlah kejadian puting beliung 605 kejadian, banjir 506, kebakaran hutan dan lahan 353, longsor 319, erupsi gunungapi 55, gelombang pasang dan abrasi 33, gempabumi  yang merusak 17, dan tsunami 1 kali.

Gempa bumi yang merusak dan tsunami memang jarang terjadi.

Namun saat terjadi gempabumi yang merusak seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar.

Statistik bencana tersebut makin menunjukkan bahwa negara kita rawan bencana.

Secara umum tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana-bencana besar belum siap.

Rekomendasi Untuk Anda

Mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana masih perlu terus ditingkatkan.

Pengurangan risiko bencana harus dimaknai sebagai investasi pembangunan nasional.

Tanpa itu maka dampak bencana akan selalu menimbulkan korban jiwa besar kerugian ekonomi yang besar.

Saat ini, wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan. Diperkirakan banjir, longsor dan puting beliung akan banyak terjadi selama musim penghujan.

Gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti namun rata-rata dalam setahun terjadi 5.000 – 6.000 kali gempa.

Gempa bumi dapat terjadi kapan saja terutama di daerah-daerah rawan gempa.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas