Rusdi Kirana Hanya Menunduk dan Diam Saat Diminta Keluarga Korban Pesawat Lion Air JT610 Berdiri
Pemilik maskapai penerbangan Lion Air, Rusdi Kirana, hanya menunduk dan menangkupkan tangan saat bertemu keluarga korban pesawat Lion Air JT 610.
Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
Tak hanya sekali, Rusdi kembali diminta berdiri oleh ayah seorang korban bernama Pangki Pradana Sukandar, Mohamad Bambang Sukandar.
Bambang meminta Lion Air membenahi manajemennya, agar kejadian serupa tak terulang.
"Kami dapat info, benar atau tidak, pesawat ini trouble dari bandara Ngurah Rai. Landing di cengkareng ada perbaikan, apa perbaikan itu sudah clear. Dalam hal ini teknisi lion air harus tanggung jawab penuh bukan hal sepele, nyawa ratusan harus ditanggungjawabi. Anak saya itu 29 tahun pekerja untuk difabel, putrinya baru empat tahun," ujarnya lalu terisak.
Baca: Seminggu Jadi Istri Irwan Mussry, Maia Estianty Ungkap Perbedaan Suaminya: Enggak Kelihatan Kan?
"Kalau benar mohon diproses hukum. Tolong manajemen Lion diperbaiki jangan sampai terjadi lagi. Kejadian sudah berapa kali. Kami tak bermaksud diskredit Lion tapi ini kenyataaannya," katanya.
Usai pertemuan tersebut, Rusdi bergegas meninggalkan ruangan.
Awak media tak berhasil menemuinya usai acara.
Rusdi Kirana membangun Lion Air bersama saudaranya, Kusnan Kirana sejak 1999.
Bisnis penerbangan ini memiliki konsep penerbangan berbiaya murah (low cost).
Hingga saat ini, Lion Air Group memiliki beberapa penerbangan termasuk Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo (Malaysia), dan Thai Lion Air (Thailand).
Sementara itu, Lion Air nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.
Pesawat itu membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat.
Penumpang terdiri dari 178 orang dewasa, satu anak-anak, dan dua bayi.
Sementara kru pesawat terdiri dari dua kokpit kru dan enam orang awak kabin.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.