Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PDIP Jateng Tunggu Kedatangan Pemilik Poster ''Jokowi Raja''

PDIP menunggu itikad pemilik ribuan alat peraga kampanye (APK) bergambar Jokowi seolah-olah sebagai raja

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PDIP Jateng Tunggu Kedatangan Pemilik Poster ''Jokowi Raja''
Twitter/@KSPgoid
Jokowi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah menyatakan sedang menunggu pemilik ribuan alat peraga kampanye (APK) bergambar Jokowi seolah-olah sebagai raja dengan logo partai itu yang disebar di seluruh penjuru Jawa Tengah.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, menyatakan hal itu dalam keterangannya, Selasa (13/11/2018).

Kata Bambang, ribuan APK itu sudah dicopot oleh pihaknya dan kini dikumpulkan di kantor partai di Kota Semarang.

"Kami tunggu penanggung jawabnya datang ke DPD PDIP Jateng. Kalau dia datang, akan kami ajak diskusi kenapa dia pasang begini. Kami menunggu kekesatriannya. Dijamin tidak akan lecet," kata Pacul, sapaan akrab Bambang Wuryanto.

Ketika ditanya ihwal dan kronologis permasalahan itu, Bambang Pacul bercerita panjang.

Pihaknya menemukan pertama kali APK itu beberapa hari lalu. Secara organisasional, dirinya lalu mengontak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf. Lalu Tim Kampanye Daerah Jawa Tengah.

Baca: Gerindra Dukung PDIP Usut Poster Jokowi Berpakaian Raja

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua pihak mengaku tak pernah memerintahkan pemasangan APK dimaksud. Bambang lalu mengontak DPP PDI Perjuangan, dan kembali mendapat jawaban yang sama.

Pihaknya lalu menganalisa isi gambar di APK itu. Pertanyaannya kira-kira, mengapa gambar Jokowi dipasangi mahkota raja, sementara itu tak ada di panduan resmi serta mengapa dilakukan jelang pemilu 2019.

Pihaknya berkesimpulan, apabila dibiarkan, maka sama saja menganggap rakyat, PDIP, dan Jokowi sebagai orang bodoh.

"Sebab substansinya tak mencerdaskan. Sebab hari ini era demokrasi. Semua jabatan publik didapatkan melalui election. Pak Jokowi adalah juga presiden pilihan rakyat. Berarti ini berusaha melecehkan kecerdasan rakyat, PDIP, dan presiden. Ini melecehkan," papar Bambang Pacul.

Bambang lalu membuat surat kepada struktural partai, caleg partai, dan Satgas NKRI. Isinya agar semua APK dibersihkan, diturunkan dengan baik-baik dan disimpan di kantor partai.

Di dalam proses penurunan itu, lanjutnya, ternyata masih ada lokasi yang hendak dipasangi. Para pemasang inipun dicegah lalu ditanyai.

"Kita tanya siapa yang suruh. Dia bilang ini perintah dari orang di pusat. Tapi tak bisa sebut siapanya. Ditanya ambil dari mana? Dikasih tahu dan ketemu orangnya. Saat ke sana, disitu juga ada 800-an yang belum dipasang. Kita foto orangnya. Kita data semuanya," terang Bambang Pacul.

Dari para pemasang dan penelusuran lebih jauh, ketahuan bahwa mereka dikomando dari Hotel Siliwangi, Semarang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas