Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kader Demokrat Dibebaskan Mendukung Capres-Cawapres, Ini Respons PDIP

Hasto menyebut SBY sebagai sosok yang cermat karena dengan membebaskan para kadernya, secara tidak langsung ada pengakuan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
zoom-in Kader Demokrat Dibebaskan Mendukung Capres-Cawapres, Ini Respons PDIP
reza deni
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut sikap Partai Demokrat, yang membebaskan para kadernya untuk mendukung siapa saja capres dan cawapresnya merupakan suatu degradasi dari dukungan sebelumnya.

Padahal, seperti diketahui, Partai Demokrat merupakan satu dari empat partai pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Baca: Witan Sulamen Akan Susul Egy Maulana dan Firza Andika Main di Eropa

Namun, Hasto menyebut SBY sebagai sosok yang cermat karena dengan membebaskan para kadernya, secara tidak langsung ada pengakuan atau apresiasi terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

"Dan juga sebagai pengakuan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf semakin meningkat, sehingga dulu awalnya diberikan kepada Prabowo-Sandi, sekarang jadi dibebaskan," ujarnya di DPP PDIP, Kamis (15/11/2018).

Dengan begitu, Hasto melihat adanya pergeseran sikap dan kalkulasi politik perlahan-lahan dari kader Partai Demokrat.

"Artinya dukungan kepada pasangan nomor 02 tidak sepenuhnya memberikan kepastian, itu faktornya dan juga realitas," lanjutnya.

Ia pun mencontohkan dengan kegiatan Jokowi yang mengunjungi masyarakat atau grassroot, di mana terlihat begitu antusias masyarakat untuk melihat Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itulah mungkin dan mungkin yang membuat sikap politik itu bergeser," pungkasnya.

Sebelumnya seperti diketahui, SBY lewat kicauan di Twitter memberikan tanggapan soal dirinya yang dianggap tidak konsisten mendukung dan mengampanyekan Prabowo-Sandiaga.

Dalam salah satu kicauannya, SBY menyinggung bagaimana ketika dirinya dua kali nyapres, tidak ada paksaan kepada para ketum partai untuk mengampanyekan dirinya.

"Capres adalah superstar. Capres musti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat *SBY*," lanjut SBY.

SBY kemudian melanjutkan, saat ini rakyat ingin mendengar dari capres apa solusi, kebijakan, dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan.

"Kalau 'jabaran visi-misi' itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun demikian. Sebaiknya semua instropeksi *SBY*," kata SBY.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas