Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli: Pernyataan Basarah Bisa Memercik Muka Sendiri

Menurut Fadli banyak kebijakan pembangunan yang baik di masa orde baru. Mulai dari pengentasan kemiskinan hingga pembangunan infrastruktur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Fadli: Pernyataan Basarah Bisa Memercik Muka Sendiri
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon tidak sependapat dengan pernyataan fungsionaris PDIP Ahmad Basarah bahwa Soeharto merupakan bapak dari Korupsi Indonesia. Menurutnya pernyataan tersebut tidak tepat.

"Kalau menurut saya ucapan dari Ahmad Basarah itu tak tepat ya," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (29/11/2018).

Menurut Fadli banyak kebijakan pembangunan yang baik di masa orde baru. Mulai dari pengentasan kemiskinan hingga pembangunan infrastruktur.

"Pencapaian-pencapaiannya luar biasa dan diakui oleh dunia internasional termasuk pertumbuhan yang konstan sampai 7 persen di tahun tahun tertentu berangkat dari minus tadinya," katanya.

Menurut Fadli pernyataan Basarah tersebut tanpa bukti. Krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 lalu menurutnya bukan karena korupsi, kolusi, atau nepotisme, melainkan ada faktor eksternal yang membuat situasi ekonomi kacau.

Baca: Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Terplih Diminta Belajar dari Kesalahan Dahnil Anzar

"Jadi pernyataan itu nanti bisa memercik ke muka sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya Basarah merespon pernyataan Prabowo Subianto bahwa Korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Basarah maraknya korupsi dimulai sejak era Presiden Soeharto. Oleh karena itu menurutnya Soeharto merupakan guru dari korupsi Indonesia.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas