Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Menilai Strategi Grab Jadi Pemicu Terjadinya Perang Tarif

Grab dinilai lebih dulu menerapkan strategi tarif sangat rendah kepada konsumen dan banjir promo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pengamat Menilai Strategi Grab Jadi Pemicu Terjadinya Perang Tarif
KOMPAS IMAGES
Ilustrasi. 

"Kita semua tahu, popularitas Go-Food dan Go-Send serta skema top up Go-Pay sebagai opsi tambahan pendapatan, belum bisa disaingi oleh Grab. Ini jelas menjadi daya tarik untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak," papar Heru.

Sebelumnya, Managing Director Grab Indonesia Rizki Kramadibrata mengkritik penyesuaian tarif yang dilakukan oleh Go-Jek.

VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say merespons kritik tersebut dengan menyatakan bahwa penyesuaian dilakukan justru demi mengikuti kondisi pasar dan menjamin daya saing mitra pengemudi.

Pada kenyataannya, tarif yang diterima mitra pengemudi Go-Jek saat ini justru masih lebih tinggi daripada tarif Grab.

Berdasarkan data perbandingan di lapangan, tarif yang diterima pengemudi Grab adalah Rp 1.200 per kilometer untuk perjalanan jarak dekat, sedangkan Go-Jek memberikan tarif Rp 1.600 per kilometer.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Pengamat: Grab yang Memulai Perang Tarif

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas