Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres 2019

Jokowi Ofensif Untuk Serang Balik Narasi Pesimis

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut pernyataan ofensif dari Jokowi untuk serangan balik atas narasi pesimis.

Jokowi Ofensif Untuk Serang Balik Narasi Pesimis
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily usai hadiri acara diskusi media di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional atau TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut pernyataan ofensif dari Jokowi untuk serangan balik atas narasi pesimis.

Jokowi melontarkan pernyataan ofensif tiga hari belakangan ini. Dianggap sebagai serangan balik atas narasi pesimis tanpa data yang dilontarkan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily berujar Jokowi tak ingin narasi pesimis masuk ke dalam pikiran masyarakat.

“Selagi kubu sebelah tetap menyerang kami dengan narasi pesimistik dan tanpa data-data yang objektif, tentu kami akan menanggapinya dengan serangan balik yang lebih tajam,” ujar Ace melalui keterangan tertulisnya, Selasa (5/2/2019).

Baca: Prabowo Subianto Menang, Jokowi-Maruf Amin Akan Ditawari Jabatan Wantimpres

Pernyataan ofensif Jokowi dinilai Ace sebagai cara untuk memberikan optimisme kepada masyarakat. Jokowi, ucap Ace, ingin menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan lebih mengedepankan program-program yang konkret dan solutif.

“Tidak hanya cukup menebarkan pesimisme dengan mengatakan Indonesia punah, bubar dan lain-lain,” ujarnya.

Jokowi sekaligus mengingatkan kubu Prabowo-Sandiaga tidak menyerang tanpa fakta dan data. Ace meminta prestasi Jokowi tak ditutupi demi alasan elektoral.

“Rakyat harus diberikan pencerahan secara obyektif jangan disuguhi oleh informasi hoax dan kebohongan,” ujar Ace.

Baca: Pemprov Papua Laporkan Balik Pegawai KPK ke Polda Metro Jaya

Sementara itu, pengamat politik The Habibie Center Bawono Kumoro mengatakan pernyataan ofensif yang disampaikan Jokowi beberapa waktu belakangan merupakan hal yang wajar. Dinilai Bawono sebagai bentuk pertahanan atas sejumlah serangan yang diarahkan kepada Jokowi.

“Ibarat sebuah pertandingan olahraga melakukan serangan juga baik dilakukan sebagai sebuah bentuk mekanisme pertahanan diri," ujar Bawono.

Apalagi selama empat tahun ini, menurut Bawoni, Jokowi seringkali mendapatkan serangan-serangan politik luar biasa. Pernyataan ofensif yang dilontarkan Jokowi juga merupakan cara inkumbent memperlihatkan kepercayaan diri. Menurut Bawono, Jokowi ingin terlihat memegang kendali kekuatan politik secara lebih riil saat ini di bandingkan tahun 2014 lalu.

Meski sikap ofensif merupakan hal yang wajar, Bawono mengingatkan Jokowi untuk tetap menyampaikan prestasinya kepada publik. Sebab, penyampaian prestasi lebih efektif untuk mendulang dukungan ketimbang pernyataan ofensif.

“Harus menjadi catatan adalah jangan lupa untuk juga selalu menceritakan kisah-kisah sukses selama menjabat empat tahun sebagai presiden dalam setiap kesempatan berpidato atau berbicara di hadapan publik. Inilah barang jualan lebih utama dari seorang incumbent ketimbang serangan-serangan politik kepada kubu rival,” ujarnya.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas