Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Saat Jokowi Puji Kejujuran Ratna Sarumpaet

"Pengeroyokan" terhadap Ratna disebut-sebut sebagai ganjaran atas sikap politiknya yang mendukung Prabowo-Sandiaga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Saat Jokowi Puji Kejujuran Ratna Sarumpaet
Kompas/David Oliver Purba
Jokowi dan Ratna Sarumpaet 

Tanpa pengakuan Ratna, kata Ace, propaganda ini bisa berlangsung dengan sempurna.

Pihak oposisi akan merasa dizolimi oleh pemerintah yang juga menjadi lawan politiknya. Jika polisi mengungkapkan kisah sebenarnya tentang Ratna, Ace yakin kubu Prabowo-Sandi akan menyebut polisi merekayasa kasus.

Ace mengatakan ini lah makna di balik pujian Jokowi kepada Ratna. Meskipun, kata Ace, propaganda ini juga digunakan dalam kesempatan lain. "Ratna Sarumpaet adalah salah satu dari sekian banyak kasus yang dijadikan bahan bakar," kata Ace.

"Chicken rice di Singapura lebih murah daripada di Indonesia, kriminalisasi ulama, antek asing, antek aseng, Selang cuci darah di RSCM dipakai 40 orang, Hardi meninggal bunuh di Grobogan karena terlilit hutang, tampang Boyolali dan lainnya digunakan sebagai strategi firehose of falsehood," tambah dia.

Baca: Tim Prabowo Sebut Pernyataan Jokowi Berpotensi Rusak Hubungan Diplomatik dengan Rusia dan Amerika

Mengambil keuntungan politik Sementara itu, kubu Prabowo-Sandiaga juga mengkritik Jokowi yang terus menerus mengungkit kasus Ratna Sarumpaet. Juru kampanye nasional Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengatakan Jokowi sedang mencari keuntungan politik dari kasus ini.

Fadli mengakui bahwa kebohongan Ratna telah membawa banyak kerugian bagi Prabowo-Sandiaga.

"Itu kan mau mengambil keuntungan politik. Itu makin membuktikan bahwa kasus ini merugikan kami, kan mau mengambil keuntungan politik, apalagi namanya itu," ujar Fadli.

Rekomendasi Untuk Anda

Fadli mengatakan kasus ini telah digoreng menjadi hal yang merugikan Prabowo-Sandiaga. Bahkan topik ini muncul dalam debat pertama Pilpres 2019.

Padahal, kata dia, BPN Prabowo-Sandiaga justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

"Kami kan yang paling banyak menjadi korban," kata Fadli.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Balik Pujian Jokowi untuk Ratna Sarumpaet..."
Penulis : Jessi Carina

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas