Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bebas Hari Ini, Siti Aisyah yang Dituduh Ikut Membunuh Kim Jong Un Kini Bisa Mudik ke Banten

Sebagian besar wanita di kampungnya putus sekolah usai lulus sekolah dasar (SD) lalu menganggur bertahun-tahun, kemudian menikah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Bebas Hari Ini, Siti Aisyah yang Dituduh Ikut Membunuh Kim Jong Un Kini Bisa Mudik ke Banten
WARTA KOTA
Rumah TKW Siti Aisyah di Kampung Rancasumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Serang, Banten. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kisah hidup Siti Aisyah memang dramatis. Wanita asal indonesia yang merantau bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia dan kemudian direkrut diam-diam sebagai mata-mata Korea Utara untuk membunuh Kim Jong Nam, saudara dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, ini sempat ditahan Pemerintah Malaysia dan menjalani persidangan di pengadilan.

Kabar terbaru, Siti Aisyah kini dibebaskan oleh Pemerintah Malaysia.   

Kabar itu disampaikan Kementerian Luar Negeri setelah sebelumnya menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, 17 Februari 2017 silam.

Siti Aisyah (24) boleh dibilang memiliki jalan hidup berbeda dari teman-temannya di Kampung Rancasumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Serang, Banten.

Sebagian besar wanita di kampungnya putus sekolah usai lulus sekolah dasar (SD) lalu menganggur bertahun-tahun, kemudian menikah.

Siti Rukiyah (25) salah rekan Aisyah, menggendong bayinya sambil melihat keramaian di rumah Siti Aisyah, tersangka pembunuh Kim Jong Nam, Sabtu (18/2/2017) sore.

Rukiyah menikahi teman masa kecilnya, tahun 2008 lalu. Mereka sama-sama belum bekerja saat menikah. Keduanya lulusan SD. Bahkan sampai kini, suami Rukiyah masih pengangguran.

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya sesekali bekerja bangunan secara serabutan. Sementara Rukiyah setiap hari membuat ketupat, lalu dijual di pasar.

"Saya masih tinggal sama mertua sekarang," ucap Rukiyah sambil menenangkan bayinya yang mulai mengamuk.

Jupri (45), warga lainnya, punya 4 anak. Tiga anaknya sudah berkeluarga dan tinggal berdekatan dengannya. Tak satupun merantau.

"Tiga anak saya itu lulusan SD semua," kata Jupri kepada Wartakotalive.com, kemarin sore.

Anak pertamanya berjualan pete di pinggir jalan. Anak keduanya kerja di lapak limbah plastik milik kerabatnya.

Anak ketiganya perempuan. Pendidikannya tak dilanjutkan usai lulus SD. Dia kini menikah dengan seorang pedagang di pasar.

Kemarin sore anak perempuan Jupri ikut sibuk menonton di depan rumah Siti Aisyah. Sambil membawa anak balitanya yang sudah bisa jalan, dan menggendong bayinya.

Baca: Kisah Dramatis Siti Aisyah, TKW yang Jadi Mata-mata Korea Utara, Ditahan Malaysia dan Kini Bebas

Halimah Tursadiah (23), rekan semasa kecil Siti Aisyah, mengakui bahwa perempuan di Kampung Rancasumur lebih tersisih.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas