Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi: Kalau Pegang Sertifikasi Tidak Pintar, Kebangetan

Presiden Jokowi sangat senang berada diantara ribuan tenaga kerja konstruksi, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jokowi: Kalau Pegang Sertifikasi Tidak Pintar, Kebangetan
ISTIMEWA
Presiden Jokowi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Presiden Jokowi sangat senang berada diantara ribuan tenaga kerja konstruksi, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Terlebih dalam acara tersebut secara simbolik, Jokowi membagikan ‎sertifikat elektronik kepada 16.000 tenaga kerja konstruksi.

"‎Hari ini saya senang banget melihat Sumber Daya Manusia (SDM) muda kita ini wajahnya cerah, penuh harapan. Dan kelihatan saya lihat pinar-pintar. Kalau sudah pegang sertifikat kalau nggak pintar kebangetan. Jelas ahli teknik jembatan. Tulisannya jelas sekali. Nanti saya suruh buat jembatan, kalau nggak bisa, awas," kata Jokowi.

Baca: Brianna Simorangkir Pemeran Jinny Umumkan Akan Menikah di Bali, Sosok Calon Suaminya Jadi Sorotan

Jokowi menuturkan semua yang hadir ‎di acara tersebut mengetahui kini dunia konstruksi sudah berubah cepat.
Dimana setiap harinya, lahir teknisi baru yang mengubah cara kerja sektor konstruksi.

Perubahan teknologi yang ada dewasa ini, menurut Jokowi harus direspon cepat.

Dia mencontohkan dulu penggunaan teodolit dilakukan secara manual, kini ada alatnya yang lebih modern sehingga pengkuran tanah bisa cepat dilakukan.

Baca: 5 Fakta Ledakan Bom di Sibolga, Kronologi Kejadian hingga Ratusan Personel TNI/Polri Masih Berjaga

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita harus belajar dengan perubahan. Penggunaan teodolit misalnya, dulu masih kuno. Terakhir di Kendari saya lihat gampang banget lihat saja sudah ketemu koordinat nya. Inilah kecepatan teknologi yang harus direspons cepat pula," imbuhnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menyampaikan tahun ini bakal ada pelatihan besar-besaran baik di Kementerian, BUMN, ataupun swasta baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca: JK Usul Kawasan Rawan Teror di Nduga Statusnya Dinaikkan Jadi Operasi Militer Jika Memungkinkan

"Mungkin di antara saudara ada yang dikirim ke luar negeri, belajar skill ada setahun dua tahun. Ini upgrade skill dan SDM agar memiliki kesempatan untuk belajar. Tanpa itu kita akan ditinggal negara lain," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas