Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepala BNN: Narkoba Ancaman Serius Terhadap Bonus Demografi

Generasi muda perlu dibangunkan jati diri bangsanya dan ini menjadi tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk BNN

HandOut/Istimewa
Jurkam BNN - Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) bersalaman dengan Kepala BNN, Komjen Pol. Heru Winarko, di Kantor Pusat BNN, Jakarta, Selasa (12/03/2019).
HandOut/Istimewa
Foto Bersama (ki-ka) : Irjen Pol. Ali Johardi (Deputi Pencegahan BNN), AM Putut Prabantoro (Alumnus Lemhannas PPSA XXI dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) dan Komjen Pol. Heru Winarko (Kepala BNN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Narkoba merupakan satu di antara ancaman utama terhadap bonus demografi.

Ketergantungan atas narkoba akan menjadikan angkatan kerja produktif menjadi tidak produktif yang berdampak pada sumberdaya manusia Indonesia tidak berkualitas dan tidak siap memasuki persaingan global.

Karena itu, perlu kerjasama yang kuat antara Badan Narkotika Nasional (BNN), masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melakukan tindak pencegahan, agar bonus demografi menjadi sebuah anugerah dan bukan beban demografi bagi bangsa Indonesia.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko ketika menunjuk Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) BNN, di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (12/03/2019).

Putut Prabantoro adalah alumnus Lemhannas RI - PPSA XXI dengan latar belakang sebagai konsultan komunikasi publik. Hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol. Ali Johardi.

Pada tahun 2045 Indonesia akan berada pada masa bonus demografi, karena ratio usia produktif 15-64 tahun lebih banyak daripada usia tidak produktif.

Ini merupakan sebuah keberuntungan karena memiliki daya tawar dan sekaligus daya saing dibanding negara lain.

Dalam bonus demografi ini memiliki generasi muda produktif yang lebih banyak. Artinya adalah, Indonesia memiliki surplus angkatan kerja produktif dan ini berbanding terbalik dengan beberapa negara ekonomi lainnya seperti Jepang, China atau Uni Eropa.

Ketiga negara ini rata-rata usia lebih tua dibanding dengan Indonesia. Hanya saja, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi merupakan suatu beban bagi sebuah negara.

“Namun ancaman yang dihadapi adalah penyalahgunaan narkoba. Narkoba akan sangat mudah menghancurkan generasi muda sekarang yang seharusnya kelak menjadi pemimpin bangsa. Oleh karena itu, untuk memastikan usia produktif tidak terjerumus, perlu diadakan kampanye pencegahan lebih intensif. Harus semakin banyak keteladanan dan contoh dari kelompok usia muda produktif yang berhasil. Kampanye pencegahan itu juga bertujuan membangun karakter bangsa pada generasi muda mengingat tren pengguna narkoba pada 2018,” tegas Kepala BNN itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas