Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tingkatkan Hasil Panen, Jokowi Dorong Modernisasi Pertanian 

Salah satunya, kata Jokowi, ialah mengenai proses pengeringan padi yang menurut pengamatannya tidak mengalami perubahan sejak puluhan tahun lalu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tingkatkan Hasil Panen, Jokowi Dorong Modernisasi Pertanian 
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo meninjau proses pembangunan Stadion Papua Bangkit di Jayapura, Papua, Senin (1/4/2019). Stadion tersebut rencananya akan menjadi venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Modernisasi pertanian merupakan hal yang harus dilakukan untuk memajukan pertanian nasional.

Upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian para pelaku usaha tani.

Baca: Jokowi Akui Dirinya Semakin Kurus Setelah Keliling 4 Provinsi Sehari Semalam untuk Kampanye

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, para petani sudah selayaknya mulai beralih pada cara-cara baru dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang memungkinkan peningkatan hasil pertanian lebih baik. 

Salah satunya, kata Jokowi, ialah mengenai proses pengeringan padi yang menurut pengamatannya tidak mengalami perubahan sejak puluhan tahun lalu.

"Ini kan kita sudah bertahun-tahun yang namanya menjemur padi di jalan atau di pelataran. Ini sudah berpuluh-puluh tahun. Masa enggak ingin berubah?" ujar Jokowi dalam keterangan Biro Pers Istana Kepresidenan, Sragen, Rabu (3/4/2019).

Untuk itu, Jokowi berencana untuk menjembatani para pelaku usaha tani dengan pihak perbankan agar memperoleh fasilitas pembiayaan yang meringankan bagi upaya modernisasi industri pertanian itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nanti akan saya atur setelah 17 April untuk bertemu dengan bank agar ada pinjaman bank sehingga seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer. Ini penting sekali," kata Presiden.

Kepala Negara melanjutkan, persoalan memodernisasi proses pengeringan ini merupakan suatu hal yang krusial.

Musim panen yang sering kali bertepatan dengan musim hujan menyebabkan turunnya kualitas gabah karena tingginya kadar air. 

Imbasnya harga jual gabah atau beras petani juga mengalami penurunan.

"Bukan hanya untuk urusan padi, tapi urusan jagung juga bermasalah. Kualitasnya turun gara-gara hanya dijemur, tidak masuk ke dryer. Ini sudah kita alami bertahun-tahun masak kita teruskan?" tuturnya.

Bagi petani dalam sistem pertanian konvensional, masa-masa panen saat musim hujan akan menjadi persoalan tersendiri yang akan terus berlarut apabila tidak segera melakukan upaya modernisasi. 

Apalagi gabah yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan mudah rusak dan menurunkan mutu hasil panen.

"(Usaha) penggilingan harus ada dryer-nya sehingga setiap saat hujan kayak apapun yang namanya gabah atau jagung bisa masuk ke mesin pengering," ucapnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas