Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satgas Antimafia Bola Sebut Kasus Iwan Budianto Masih dalam Proses

Nama Plt Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, sempat disebut terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Satgas Antimafia Bola Sebut Kasus Iwan Budianto Masih dalam Proses
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10/2017). Iwan Budianto diperiksa kapasitasnya selaku Direktur Utama Hotel Ijen Suites sebagai saksi dengan tersangka Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko terkait kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Batu tahun anggaran 2017. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Plt Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, sempat disebut terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor.

Kepala Satuan Tugas Antimafia Bola Polri Brigadir Jenderal (Pol) Hendro Pandowo menyatakan pihaknya masih mendalami keterlibatan Iwan Budianto.

“Dalam proses,” kata Hendro Pandowo, Selasa (9/4/2019).

Hendro enggan berbicara banyak soal waktu pemeriksaan Iwan Budianto, terkait laporan Mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, awal Januari lalu.

“Semua perkembangan akan disampaikan lagi,” ujarnya.

Baca: Satgas Antimafia Bola Fokus Selesaikan Berkas Perkara Tersangka Hidayat

Beberapa waktu lalu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mempertanyakan alasan Satgas Antimafia Bola yang belum menetapkan Iwan Budianto sebagai tersangka.

Padahal, kasus yang menjeratnya sudah lama naik ke tahap penyidikan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Lazimnya, tahap penyidikan itu sudah ada tersangka. Kenapa ini belum?” ujarnya di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Iwan Budianto yang saat ini sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) diduga terlibat kasus pengaturan skor pertandingan ketika menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) tahun 2009.

Satgas Antimafia Bola disebut-sebut menemukan adanya aliran dana kepada Iwan Budianto dan jajarannya.

Kasus ini muncul dari laporan Manajer Tim Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009.

Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah babak delapan besar. Selain Iwan Budianto, kasus ini juga menyeret Manajer Madura United (MU) Haruna Soemitro (HS).

Saat itu, Haruna menjabat Ketua Pengda PSSI Jawa Timur.

Setoran uang dari Imron prosesnya diduga melewati HS. Satgas menyatakan Iwan Budianto bisa menjadi tersangka.

Namun, polisi masih melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas