Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TRIBUNNEWSWIKI: dr. Cipto Mangunkusumo

Pasca lulus dari STOVIA pada 28 Oktober 1905, dr. Cipto Mangunkusumo bekerja sebagai dokter pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
zoom-in TRIBUNNEWSWIKI: dr. Cipto Mangunkusumo
seratusinstitute.com
Pasca lulus dari STOVIA pada 28 Oktober 1905, dr. Cipto Mangunkusumo bekerja sebagai dokter pemerintah. Prestasinya sebagai dokter cukup cemerlang, Bersama beberapa dokter lain, ia dapat membasmi penyakit pes yang saat itu tengah mewabah di daerah Malang, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM – dr. Cipto Mangunkusumo

Nama Asli : dr. Tjipto Mangoenkoesoemo

Dikenal : dr. Cipto Mangunkusumo

Lahir : Desa Pecangakan, Ambarawa, Jawa Tengah, 4 Maret 1886

Meninggal : Jakarta, 8 Maret 1943

Makam : Kompleks Pemakaman Watu Ceper, Lingkungan Kupang Tegal, Kelurahan Kupang, Ambarawa Jawa Tengah

Riwayat Pendidikan :

Rekomendasi Untuk Anda

Europeesche Lagere School (ELS), (1899)

School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), Jakarta (1905)

Riwayat Pekerjaan :

Pasca lulus dari STOVIA pada 28 Oktober 1905, dr. Cipto Mangunkusumo bekerja sebagai dokter pemerintah. Prestasinya sebagai dokter cukup cemerlang, Bersama beberapa dokter lain, ia dapat membasmi penyakit pes yang saat itu tengah mewabah di daerah Malang, Jawa Timur.

Atas jasa itu, Pemerintah Belanda memberikan penghargaan Willem Klas 3 kepadanya, namun oleh Cipto ditolak. Ia lalu mundur sebagai dokter pemerintah dan mulai merambah ke dunia politik.

Cipto lalu aktif menulis di harian De Locomotief sejak 1907. Di sana ia menuliskan kritikan-kritikannya terhadap pemerintah colonial.

Selain itu, Cipto juga dikenal sebagai salah satu pendiri Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Namun tidak berselang lama, karena setahun berikutnya ia mengundurkan diri dari organisasi modern pertama di Indonesia itu.

Dikutip dari historia.id, setelah mundur sebahai dokter pemerintah, Cipto hadir dalam rapat Pengurus Besar Budi Utomo di Yogyakarta pada 9 September 1909. Saat itu, di Budi Utomo Cipto masih menjabat sebagai komisaris.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas