Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2019

Mahfud MD: Hoaks Tentang Saya Tidak Penting, Lebih Penting Menyelamatkan Negara dari Dampak Konflik

Mahfud MD tak merasa perlu untuk menggubris berbagai hoaks tentang dirinya yang dibuat dan disebarkan oleh orang-orang yang menurutnya gombal.

Mahfud MD: Hoaks Tentang Saya Tidak Penting, Lebih Penting Menyelamatkan Negara dari Dampak Konflik
Istimewa
Mahfud MD hadir pada acara peringatan Hari Waisak, Sabtu (18/5/2019) di Candi Sewu, Klaten. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Mantan Ketua Mahkamah Kostsitusi (MK), Mahfud MD tak merasa perlu untuk menggubris berbagai hoaks tentang dirinya yang dibuat dan disebarkan oleh orang-orang yang menurutnya gombal.

Misalnya, belum lama ini, ada hoaks bahwa pada tahun 2010, MK yang dipimpinnya pernah memutus untuk memenangkan pasangan calon yang curang dalam Pilkada di Kotawaringan Barat yakni Sugianto Sabran.

"Itu hoaks besar, terbalik total. Sebab nyatanya MK saat itu memenangkan Ujang Iskandar. Sekarang Pak Sugianto maupun Pak Ujang masih hidup. Coba tanya kepada mereka mengenai posisi kasusnya," ungkap Mahfud MD kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2019).

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa sekarang Sugianto Sabran menjadi Gubernur Kalteng setelah menang mutlak saat bertarung lagi melawan Ujang Iskandar pada tingkat Pilgub melalui Pilkada Serentak pada 2016.

Hoaks lain yang juga jadi tertawaan dan dianggap sampah adalah berita bahwa Mahfud MD itu keturunan Aryo Omongkoro dari Bangkalan yang menjadi tentara KNIL Belanda pada awal 1900-an dan tewas dalam perang Aceh melawan Belanda.

Menurut Mahfud isu itu mengada-ada. Di Madura nama Aryo Omongkoro itu sama sekali tidak dikenal.

"Lagi pula, kalau benar orang itu ada, jelas tak ada hubungan dengan saya," kata Mahfud MD.

Baca: Kini Bernama Nabila, Megan Lovelady Bersyukur Diizinkan Pimpinannya Salat di Waktu Kerja (Selesai)

Aryo Omongkoro yang katanya priyayi dari Bangkalan yang bekerja kepada pemerintah penjajahan Belanda, sedangkan Mahfud lahir di Sampang.

Mahfud MD hadir pada acara peringatan Hari Waisak, Sabtu (18/5/2019) di Candi Sewu, Klaten.
Mahfud MD hadir pada acara peringatan Hari Waisak, Sabtu (18/5/2019) di Candi Sewu, Klaten. (Istimewa)

"Kalau mau dikait-kaitkan justru lebih dekat dengan Pahlawan Nasional Pangeran Trunojoyo. Tapi saya juga bukan keturunan Trunojoyo, ya," ungkap Mahfud MD.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas