Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polisi Duga Kerusuhan Bukan Spontan, Tapi Ada yang Mengarahkan

Berikut kronologi kejadian yang dipaparkan Iqbal: Pukul 10.00 WIB Beberapa kelompok mulai melakukan aksi unjuk rasa

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Polisi Duga Kerusuhan Bukan Spontan, Tapi Ada yang Mengarahkan
(KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Dua bus polisi terbakar di flyover slipi 

Lantaran tidak boleh lagi ada kerumuman massa, Kepolisian membubarkan. Ketika didorong mundur, massa melawan dengan melempar batu, molotov, dan petasan ukuran besar ke arah petugas.

Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Brimob bersitegang dengan massa di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Petugas kepolisian terus mendorong massa yang pendemo yang masih bertahan di Gedung Bawaslu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Massa tersebut sangat brutal," ujar Iqbal. Polisi terus melakukan upaya penanganan hingga lima jam.

Massa saat itu terpecah, ada yang mengarah ke Jalan Sabang, ada yang masuk ke gang-gang kecil.

Dalam proses itu, Polisi mengamankan 58 orang yang diduga provokator.

Polisi sedang memeriksa mereka. Dugaan sementara, mayoritas berasal dari luar Jakarta.

Pukul 03.00 WIB

Sekitar 200 orang berkumpul di Jalan KS Tubun.

Rekomendasi Untuk Anda

Polri menduga massa tersebut sengaja dipersiapkan.

Seketika itu, massa bergerak ke arah asrama Polri di Petamburan. Mereka menyerang asrama dengan melempar batu, molotov, petasan, botol.

Saat itu, asrama dijaga petugas piket. Massa dihalau dengan tembakan gas air mata.

Meski dihalau, massa malah masuk ke asrama dan melakukan pengerusakan. Mereka sampai membakar kendaraan yang terparkir.

Sebanyak 14 kendaraan dibakar (11 mobil diantaranya adalah mobil pribadi dan sisanya mobil dinas). Selain itu, sebanyak 11 kendaraan lainnya rusak.

"Kita amankan 11 orang dari ratusan massa yang diduga provokator," kata Iqbal.

Pukul 5.00 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mendatangi lokasi asrama.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas