Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pertemuan Jokowi Dengan Prabowo Bukan Perihal Pengakuan Kalah Atau Menang

Menurut Ray Rangkuti, Jokowi dan Prabowo tidak perlu menunda terlalu lama untuk bertemu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Pertemuan Jokowi Dengan Prabowo Bukan Perihal Pengakuan Kalah Atau Menang
Twitter
Prabowo dan Jokowi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pengamat Politik Ray Rangkuti menyambut baik rencana pertemuan antara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto, setelah Lebaran Idul Fitri.

"Tentu saja rencana pertemuan itu sudah selayaknya didukung. Mengingat suasana panas paska pilpres juga masih terus terasa.

Menurut Ray Rangkuti, Jokowi dan Prabowo tidak perlu menunda terlalu lama untuk bertemu.

Justru saat-saat seperti inilah, menjelang atau Lebaran Idul Fitri, pertemuan memiliki makna lebih.

Selain untuk mendinginkan suasana, dia menilai, pertemuan Jokowi dengan Prabowo juga akan memberi contoh bagaimana mestinya politik dikelola.

"Saat kompetisi bisa begitu ketat. Tapi sesudahnya kembali bisa berangkulan. Pertemuan keduanya tak perlu dipandang sebagai pengakuan kalah atau menang," tegas Ray Rangkuti.

Dia menjelaskan lebih lanjut, Jokowi dan Prabowo harus dapat mendudukan bahwa pertemuan tersebut semata hanya silaturrahmi bangsa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan dengan begitu, pertemuan itu tidak berarti pengakuan soal kalah atau menang," ucapnya.

Baca: Suasana Haru Saat Prabowo Menyampaikan Bela Sungkawa kepada SBY

Jika semua pihak dapat menempatkan posisi pertemuan itu bukan sebagai pengakuan kalah atau menang, maka itu akan dapat membantu mempercepat jadwal pertemuan itu.

"Dalam bulan Syawal seharusnya sudah bisa direalisasikan. Kesulitan merealisasilan pertemuan itu, khususnya bagi kubu Prabowo, melihat itu sebagai pengakuan kekalahan," paparnya.

"Suasana yang sama mungkin terjadi di kubu Jokowi bahwa pertemuan itu seperti tanda kemenangan. Dua asumsi ini yang membuat keduanya sulit bertemu," jelasnya.

Oleh karena itu, posisi pertemuan itu sebaiknya dipandang sebagai pertemuan elit politik biasa tanpa tendensi akan pengakuan soal kalah menang.

"Semoga dengan cara pandang begitu akan memudahkan keduanya untuk dapat bertemu," ujarnya.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo rencananya akan berlangsung tak lama lagi.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ketika dijumpai di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas