Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Makar

Awalnya Tak Mau Lapor, Ini Alasan Eks Komandan Tim Mawar Adukan Majalah Tempo

Tiba di Bareskrim Polri sekira pukul 09.48 WIB, Chairawan yang mengenakan kemeja hijau bercerita awalnya enggan melapor lantaran hormati proses hukum

Awalnya Tak Mau Lapor, Ini Alasan Eks Komandan Tim Mawar Adukan Majalah Tempo
TRIBUNNEWS.COM/Vincentius Jyestha
Eks Komandan Tim Mawar, Mayjend TNI (Purn) Chairawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Komandan Tim Mawar, Mayjend TNI (Purn) Chairawan mengaku geram lantaran namanya turut disebut-sebut juga sebagai dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019, Rabu (12/6).

Tiba di Bareskrim Polri sekira pukul 09.48 WIB, Chairawan yang mengenakan kemeja hijau bercerita awalnya enggan melapor lantaran menghormati proses hukum.

Ia mengatakan di media sosial ada empat orang yang menyebut namanya. Namun dia hanya berdiam diri seraya menunggu polisi menyatakan dalang dari aksi 21-22 Mei.

"Saya ini sebenarnya belum mau melapor nih. Saya liat di medsos ada yang menyebut nama saya, ada empat orang. Saya diam selama ini. Saya tunggu waktu yang tepat. Kapan? Setelah polisi sebagai penegak hukum menyatakan bahwa dalangnya si ini si ini. Baru saya laporan," ujar Chairawan, di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

"Tapi kok saya diam ini malah muncul di Tempo. Wah ini kalau dibiarin terus ini jangan-jangan (malah ke arah yang tidak benar). Makanya saya laporkan," imbuhnya.

Ia pun menegaskan Tim Mawar sudah bubar, sehingga ia mempertanyakan pemberitaan dari Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 berjudul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah'.

Tindakan seperti menjadi dalang kerusuhan disebutnya tidak ada gunanya. Apalagi dilakukan oleh dirinya yang sudah berusia setengah abad lebih.

Menurutnya, siapapun baik itu teman, partainya (Gerindra, - red) hingga pemerintah tetap tak akan bisa membela dirinya apabila dia melakukan tindakan yang mengakibatkan korban jiwa.

Baca: Menhan: Tim Mawar Sudah Tidak Ada, Tak Perlu Diungkit

"Umur saya 63, mau cari apa lagi. Siapa yang membela saya kalau saya melanggar. Jangan kan teman-teman saya atau partai saya, pemerintah pun tidak bisa bela saya kalau (memang) terbukti saya melakukan suatu tindakan yang mengakibatkan korban jiwa. Siapa yang mau? Berbuat tidak ada yang bela dan tidak ada gunanya," ucap Chairawan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Berita Terkait :#Kasus Makar

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas