Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Jubir BPN Prabowo-Sandi Harap Majelis Hakim MK Pertimbangkan Surat Keterangan Haris Azhar

Awalnya, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu direncanakan menjadi saksi dari pihak Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres.

Jubir BPN Prabowo-Sandi Harap Majelis Hakim MK Pertimbangkan Surat Keterangan Haris Azhar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktivis HAM Haris Azhar memberikan keterangan kepada wartawan mengenai peristiwa penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan oleh dua orang tak dikenal, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Mereka memberikan dukungan kepada KPK dan juga meminta presiden turun tangan dengan cara membentuk tim khusus guna mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berharap majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan surat keterangan dari Haris Azhar.

Awalnya, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu direncanakan menjadi saksi dari pihak Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pilpres.

Namun, ia enggan menjadi saksi beriringan dengan surat keterangan yang dibuatnya.

"Kalau kita membaca surat Bang Haris Azhar secara objektif surat pengunduran diri di poin 1,2,3 sampai 4 dia sudah memberikan gambaran bahwa apa sih yang mau disampaikan beliau dalam kesaksian itu, sudah ditulis di surat, di poin suratnya," kata Andre Rosiade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Kendati demikian, Andre menghormati keputusan Haris Azhar yang enggan memberikan kesaksiannya.

Namun, surat keterangannya diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan majelis hakim untuk memutus sengketa Pilpres.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. (TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM)

"Meskipun tak bersedia jadi saksi, mengundurkan diri, sebenarnya pointers-pointers kesaksiannya sudah disampaikan beliau di suratnya, dan harapan kami isi suratnya Haris Azhar bisa jadi pertimbangan majelis hakim," pungkasnya.

Sebelumnya,Aktivis Hak Asasi Manusia, Haris Azhar masuk dalam daftar saksi yang akan dihadirkan kubu Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa Pemilu Presiden di Mahkamah Konstitusi pada Rabu, (19/7/2019).

Namun Haris yang pernah menjabat Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) tersebut tidak bersedia hadir dalam sidang tersebut.

 "Saya menyatakan tidak bersedia hadir sebagai saksi dalam sidang sengketa Pemilu Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi pada hari ini 19 juni 2019," Kata Haris melalui pernyataan tertulisnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas