Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pansel Diminta Tetap Fokus Cari Calon Pimpinan KPK yang Berintegrasi

Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK diingatkan untuk fokus mencari calon yang berintegritas dan memiliki kemampuan dalam bidang pemberantasan korupsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pansel Diminta Tetap Fokus Cari Calon Pimpinan KPK yang Berintegrasi
Warta Kota/henry lopulalan
Anggota Masyarakat Sipil Anti Korupsi Erwin Natosmal Oemar (kiri) didampingi Romo Benny Susetyo (kedua kiri) memberikan Balsem Anti Korupsi raksasa kepada Sekjen MK Janedri M Gaffar (kanan) disaksikan Ketua MK Hamdan Zoelva (kedua kanan) di gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir , Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2013). Balsem anti Korupsi tersebut merupakan simbol peringatan kepada Mahkamah Konstitusi dan Hakim Konstitusi agar tidak masuk angin, lebih waspada dan hati-hati dari upaya penyimpangan serta tidak tersesat dalam menjatuhkan putusan yang menguntungkan koruptor. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Sebelumnya, Ketua Pansel Yenti Garnasih mengatakan, langkah menggandeng BNPT ini dilakukan karena melihat pertumbuhan paham radikalisme di Indonesia belakangan ini.

"Kita lihat keadaan di Indonesia. Berbagai hal, dinamika yang terjadi adalah yang berkaitan dengan radikalisme sehingga pansel tidak mau kecolongan ada yang kecenderungannya ke sana," kata Yenti usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Hal serupa disampaikan Anggota Pansel Hamdi Muluk.

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia itu mengatakan, ideologi radikal saat ini sudah masuk ke berbagai sektor mulai dari lembaga pendidikan hingga Badan Usaha Milik Negara.

"Itu sebabnya kita minta bantuan BNPT juga melakukan tracking. Jadi semua calon yang masuk, kita perlakukan sama. Siapapun dia, tolong di-tracking apa ada kemungkinan terpapar ideologi radikal," kata Hamdi.

Pada seleksi calon pimpinan KPK sebelumnya, BNPT tidak dilibatkan untuk mengecek rekam jejak calon.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas