Ditanya soal TGPF Novel Baswedan yang Dianggap Gagal, Kapolri : Tanya Kadiv Humas
Senada dengan Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Moeldoko juga meminta hal tersebut ditanyakan saja ke Tito
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian enggan berkomentar soal kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukannya terkait penyelesaian kasus Novel Baswedan yang dinilai gagal mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2019) usai menghadiri sidang kabinet paripurna, Tito hanya melempar senyum ke awak media yang sudah menunggunya dan memilih langsung naik ke mobil dinasnya.
Baca: Tim Bentukan Polri Dianggap Gagal Ungkap Kasus Penyiraman Novel Baswedan
"Tanya Kadiv Humas," singkat Tito karnavian sambil menutup mobilnya meninggalkan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Senada dengan Tito Karnavian, Kepala Staf Presiden Moeldoko juga meminta hal tersebut ditanyakan saja ke Tito, selaku orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
"Itu kan ada Kapolri," ucap Moeldoko,
Dikonfirmasi soal kemungkinan Presiden Jokowi membentuk tim independen untuk mengungkap kasus Novel, Moeldoko mengaku belum bisa bicara banyak. Karena dia belum mendapat instruksi terkait hal tersebut.
"Saya belum dapat arahan," tambahnya.
Untuk diketahui, Tim gabungan bentukan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dinilai gagal mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.
Hingga batas waktu enam bulan, tim tidak dapat mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri Novel Baswedan.
Baca: PDIP Prediksi Calon Pimpinan MPR Terdiri dari 2 Paket
Kuasa hukum Novel, Yati Andriyani mengatakan, saat tim satgas dibentuk pada 8 Januari 2019 masyarakat telah pesimis kinerja tim dapat membuahkan hasil.
Terlebih saat pertama kali kasus ini mencuat diduga ada keterlibatan polisi atas serangan terhadap Novel. Sehingga patut diduga rawan konflik kepentingan.
Dianggap gagal ungkap kasus
Anggota Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah mengaku prihatin.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.