Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Elite PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi

Sinyal untuk itu pun menurut anggota DPR RI ini, juga sudah ditunjukkan Prabowo saat bertemu Jokowi di MRT, pada akhir pekan lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Elite PDIP Sarankan Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS Tetap Jadi Oposisi
DOK. Sekretariat Kabinet
Jokowi dan Prabowo berbincang di MRT, Sabtu (13/7/2019). 

Hanya saja dia berharap pertemuan dua tokoh ini tidak membuat Gerindra kendur dalam mengkritisi pemerintahan Jokowi di sisa pemerintahannya hingga Oktober mendatang.

"Jangan sampai pertemuan ini membuat Gerindra dan koalisi partainya menjadi kendur dalam mengawasi kerja pemerintah," ujar Leo Agustino kepada Tribunnews.com, Senin (15/7/2019).

Dalam periode pertama, Jokowi didukung PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP dan Hanura.

Sedangkan Gerindra, PKS, Demokrat, PAN berada di luar pemerintahan.

Bahkan dia berharap, Prabowo tetap memimpin Gerindra dan parpol koalisinya kala Pilpres 2019 lalu itu menjadi oposisi dari pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Bukan sebaliknya.

"Kita berharap Gerindra dan koalisinya tetap menjadi penyeimbang yang kritis bagi kemajuan bangsa," harap Leo Agustino.

Harapan yang sama juga disuarakan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini.

Titi Anggraini
Titi Anggraini (Reza Deni/Tribunnews.com)
Rekomendasi Untuk Anda

Titi berharap Prabowo dan lingkaran elite politik pendukungnya berperan sebagai oposisi bagi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Peran yang kita harapkan adalah check and balances. Itu sesuatu yang sangat kita perlukan di dalam sistem presidensial, di tengah posisi Presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan yang sangat kuat," kata Titi.

Oleh karena itu, Titi berharap pihak Prabowo bisa berperan secara proporsional di parlemen untuk mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Tentu harus diperankan secara proporsional. Ini juga bisa menjadi edukasi politik yang baik ke masyarakat kita," kata Titi.

"Jadi diskursus politik, dialog politik tetap harus berjalan tanpa kemudian menegasikan peran dari masing pihak sebagai bagian dari pemerintahan atau sebagai penyeimbang di parlemen," ujarnya.

Hal itu, menurut Titi, guna memastikan agar visi, misi, dan program kerja kandidat terpilih bisa terpenuhi dan terwujud untuk kepentingan masyarakat luas.

"Dia (pihak oposisi) menjadi bagian dari pengawasan dan kontrol agar berbagai program dan janji politik yang ditawarkan itu bisa direalisasikan ke seluruh rakyat Indonesia. Agar itu tidak terjadi keterputusan antara rakyat dan para pejabat publik terpilih," kata Titi.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi oposisi pemerintah selama lima tahun ke depan.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai bertemu Jokowi.

"Oposisi juga siap, check and balance siap," ujar Prabowo selepas makan siang bersama Presiden Joko Widodo di FX Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Kendati demikian, Prabowo tidak mengungkapkan sikap resminya apakah tetap menjadi oposisi atau mendukung pemerintah.

"Yang penting negara kita kuat, kita bersatu," kata Prabowo.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas