Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KPK: Gratifikasi DAK Meranti Masih Berjalan

Febri tidak membantah, bila Nasir memiliki peran dalam gratifikasi tersebut. Sebab, bila dilihat dari jabatannya, Nasir duduk di Komisi Bidang Energi

KPK: Gratifikasi DAK Meranti Masih Berjalan
Rahmad Hidayat/Tribunnews.com
M Nasir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK masih terus mendalami dugaan gratifikasi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Meranti, Riau.

Meskipun pada Selasa (23/7/2019), dalam daftar jadwal penyidik KPK tidak ada satu yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Perkara yang memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR, M Nasir, itu adalah pengembangan dari kasus dugaan suap kerja sama angkutan pelayaran yang menjerat anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, dan orang kepercayaannya, Indung.

"Masih terus berjalan penyidikan masih berjalan. (Soal tidak ada pemeriksaan) tentu jika ada akan diumumkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada pewarta, Rabu (24/7/2019).

Febri tidak membantah, bila Nasir memiliki peran dalam gratifikasi tersebut. Sebab, bila dilihat dari jabatannya, Nasir duduk di Komisi Bidang Energi dan Lingkungan.

"Keterangan mereka dibutuhkan sebagai saksi untuk menjelaskan informasi yang terkait gratifikasi BSP (Bowo Sidik Pangarso)," jelasnya.

Baca: Jadi Bandar Narkoba, Pedangdut Berinisial A Diringkus Polisi di Kos-kosan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPK bakal melimpahkan berkas penyidikan Indung ke jaksa KPK atau tahap dua pada Kamis nanti.

Namun, Febri menjawab belum ada pelimpahan berkas. "Belum nanti persisnya akan disampaikan setelah selesai," katanya.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi untuk anggota DPR, Bowo Sidik Pangarso, KPK mendapatkan fakta bahwa yang bersangkutan tidak hanya menerima uang dari Kerjasama penyewaan kapal dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Namun, KPK mengidentifikasi saat ini ada tiga sumber dugaan penerimaan gratifikasi oleh Bowo Sidik.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas