Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Wacana Rektor Asing Pimpin Kampus Negeri: Fahri Hamzah dan Mardani Ali Sera Beda Pendapat

Rencana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir merekrut rektor dari luar negeri memimpin PTN dikritik.

Wacana Rektor Asing Pimpin Kampus Negeri: Fahri Hamzah dan Mardani Ali Sera Beda Pendapat
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Menristekdikti Mohamad Natsir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir merekrut rektor dari luar negeri memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) menuai kritik.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Mohamad Nasir selaku Menristekdikti telah gagal dalam memodernisasi kampus.

"Kita kan justru nanyanya ke Menristekdikti punya konsep nggak dalam memordenisasi dan membangun kampus kelas dunia? Menterinya yang kita tanya. Ini kan kayak sebenarnya mau buang badan terus," kata Fahri di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/7).

Menurut Fahri, menteri merupakan orang pilihan yang dianggap mampu menyelesaikan masalah di bidangnya.

Jika solusi yang ditawarkan menteri hanya menunjuk merekrut orang asing sebagai rektor, maka menteri tersebut seperti tidak bekerja.

Baca: Pria 37 Tahun Tewas Mengenaskan dalam Kecelakaan Motor di Flyover, Badan dan Kepalanya Terpisah

Baca: Sebentar Lagi Bebas & Rumah 3,5 M Terjual, Syaiful Jamil akan Balas Dendam dengan Rekan Sesama Artis

Baca: DOWNLOAD Lagu Senorita Versi Koplo Via Vallen Lirik, Chord Kunci Gitar, MP3 & MP4 Unduh di Sini Yuk!

Baca: Sandiaga Uno Mengaku Tak Dilibatkan dalam Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi

"Lah sampeyan jadi menteri, apa kerjaannya? gitu loh. Kita kan nanyanya ke dia, bukan kita. Yaa lagi-lagi menyerah, tunjuk orang asing. Lah kita ini membentuk kabinet dan memilih menteri-menteri ini sebagai menteri, kan kita anggap karena dia jago membereskan itu," kata Fahri.

Menurut Fahri, seharusnya Menristekdikti malu ketika menawarkan solusi perekrutan orang asing menjadi rektor di Indonesia.

Sebab, hal itu mengecilkan bangsa Indonesia sendiri. Padahal, bangsa Indonesia sendiri mampu memodernisasi kampus.

"Harusnya malu dia sebagai menteri nggak sanggup memordenisasi kampus. Bukan malah sedikit-sedikit cari rektor asing. Ya sudah semua saja kita nontonin orang asing kerja buat kita, seperti zaman Belanda dulu. Nanti anggota DPR-nya orang asing juga," katanya.

Menurut Fahri, seharusnya pemerintah memiliki konsep yang jelas dalam meningkatkan kualitas jika ingin perguruan tinggi Indonesia masuk dalam 100 besar universitas terbaik di dunia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas