Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gempa di Banten

Kemensos Beri Bantuan Dana Stimulan Bagi Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Sinar Jaya, Pandeglang, Banten

Kemensos Beri Bantuan Dana Stimulan Bagi Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Sinar Jaya, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, PANDEGLANG - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau lokasi terdampak gempa di Desa Sinar Jaya, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019).

Dalam kunjungannya itu, dia berjanji pemerintah akan membantu rumah warga yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Banten, Jumat (2/8) malam.

Ia mengatakan, Kementerian Sosial menyiapkan bantuan stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa dengan kisaran nilai bantuan Rp 20 juta per unit dalam bentuk bahan bangunan.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut membutuhkan proses verifikasi dan validasi data Keluarga yang rumahnya rusak oleh pemerintah daerah setempat.

Baca: Persija Tetap di Zona Degradasi Usai Lawan Arema, Julio Banuelos: Kemenangan Kami Dirampok Wasit

Baca: Kenang Gempa Sebelum Konsernya, Ivan Gunawan: Gue Kira Karena Gue Goyang-goyang

Baca: Sinopsis dan Ulasan Film Shaft Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini Pukul 23.30 WIB

Baca: Sindir Anies, Djarot Sebut ITF Dikonsep Zaman Ahok

"Kita tidak berdoa supaya ada kejadian lagi, tapi kalau kejadian kembali tentu rumah-rumahnya itu kita harapkan bisa lebih kuat dan lebih tahan gempa," katanya di lokasi.

Melihat banyaknya rumah yang terdampak gempa, ia menyarankan warga untuk membangun rumah tahan gempa kedepannya.

"Kami pesankan kepada warga yang nanti akan kami beri bantuan agar membangun rumahnya itu sesuai dengan teknis-teknis yang dasar sehingga rumah-rumah tersebut yang baru bisa lebih tahan gempa," jelasnya.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo yang sudah meninjau lokasi gempa mengatakan banyak rumah yang rusak karena tidak memiliki struktur bangunan yang sempurna.

Misalnya, kebanyakan rumah yang rusak tidak memiliki tulang fondasi.

Dia memperkirakan kemungkinan rumah yang rusak bisa lebih dari 200 unit.

Namun dengan kekuatan gempa yang cukup kuat yaitu magnitudo 6,9, menurut Doni kerusakan yang dialami tidak sebesar gempa Lombok yang bermagnitudo 6,9 pada Juli 2018.

"Data sementara mendekati 200, mungkin bisa bertambah," kata Doni.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas