Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

Ketua DPR Minta Rini Soemarno Rombak PLN

Pemadaman listrik dalam waktu yang panjang menurut Bamsoet seharusnya tidak boleh terjadi.

Ketua DPR Minta Rini Soemarno Rombak PLN
Istimewa
Bambang Soesatyo, S.E., MBA (56), Ketua DPR RI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo ( Bamsoet) meminta Menteri BUMN melakukan perombakan ditubuh PLN. Tidak hanya itu sebagai bentuk pertanggungjawaban ia meminta Rini Soemarno melakukan investigasi pemadaman listrik oleh PLN di wilayah DKI Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten yang terjadi sejak Minggu, (4/8/2019).

"Kita minta adalah Menteri BUMN untuk segera melakukan revitalisasi dan berbagai perbaikan ditubuh PLN menjadi tanggungjawabnya dan melakukan investigasi terhadap kerusakan tersebut apakah ada unsur-unsur kesengajaan," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (5/8/2019).

Pemadaman listrik dalam waktu yang panjang menurut Bamsoet seharusnya tidak boleh terjadi.

Selain menyangkut pertahanan nasional, pemadaman juga menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Baca: Gunakan Car Seat Saat Membawa Balita Bepergian Agar Perjalanan Nyaman

"Ini bukan hanya menyangkut masalah pertahanan nasional saja tapi juga masalah pertahanan ekonomi. Dengan padamnya listrik jelas suatu menurut saya dalam tanda petik keteledoran yang tidak boleh terjadi dan semuanya harus diantisipasi," katanya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua Komisi VII Ridwan Hisjam. Ia menilai jajaran direksi PLN perlu dirombak karena salah satu penyebab padamnya listrik di Jakarta dan sebagaian Jawa Barat dan Banten karena jajaran direksi PLN tidak kompeten di bidangnya.

Menurutnya dari 12 direksi yang ada di perusahaan plat merah tersebut tidak ada satu pun yang menguasai masalah jaringan transmisi.

"Jajaran direksi PLN saya lihat engga ada yang punya background menguasai jaringan transmisi, kan ada 12 orang ya, tapi tidak ada. Rata-rata background-nya untuk distribusi, jadi untuk cari duit," kata Ridwan saat dihubungi, Senin, (5/8/2019).

Baca: Listrik Padam Berjam-jam, Fadli Zon: Masyarakat Telat Sedikit Membayar Listrik Dicabut

Oleh karena itu menurutnya Menteri BUMN Rini Soemarno harus mengganti jajaran direksi PLN. Komposisi direksi harus sesuai dengan setiap bidang yang ada di PLN.

"Ya sekarang melakukan perombakan secara total dan mengangkat orang yang sesuai. The right man in the right place. Harus segera," katanya.

Ridwan menilai masalah pemadaman listrik oleh PLN karena tidak ada pemimpin yang berani ambil keputusan pasca mantan direktur PLN Sofyan Basir tersangkut masalah suap PLTU Riau.

Tidak ada yang berani mengerjakan proyek jaringan meski sudah ditenderkan. Padahal menurutnya pembangunan jaringan hanya memakan waktu 3-6 bulan.

Baca: Perut Menantu Jokowi, Selvi Ananda Terlihat Buncit di Ultah Sedah Mirah, Jan Ethes Akan Punya Adik?

Ia mengatakan bahwa bila proyek jaringan Unggaran-Bekasi dikerjakan maka tidak akan terjadi pemadaman listrik di Jakarta dan sebagian Jawa Barat pada Minggu, (4/8/2019). Dengan adanya jaringan Unggaran-bekasi maka transmisi tidak terlalu dibebankan ke jaringan di wilayah selatan.

"Sampai sekarang belum dijalankan (jaringan Unggaran-Bekasi), makanya terus dibelokkan ke selatan, selatan sedang perbaikan, lalu ya jebol karena memang tidak kuat," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Berita Terkait :#Mati Listrik di Ibu Kota dan Sekitarnya

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas