Gerindra Bantah Kehadiran Prabowo di Kongres PDIP Bicarakan Pilpres 2024
Menurut Fadli, komunikasi politik yang dijalin Gerindra dan PDIP selama ini dalam rangka membahas tantangan Indonesia ke depan
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Sanusi
Pantauan Tribunnews, kehadiran Prabowo disambut meriah dan tepuk tangan para kader PDI Perjuangan.
Prabowo memasuki ruang kongres bersama sederet parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang dan lainnya.
Menteri kabinet kerja, dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Kongres V PDIP akan dibuka pukul 13.00 WITA. Nantinya agenda utama dari Kongres V adalah pemilihan ketua umum baru, perumusan struktur DPP PDIP, dan penentuan arah politik serta kebijakan partai.
Belum memutuskan
Di sisi lain, Fadli Zon mengatakan partainya kini belum memutuskan apakah akan bergabung dengan koalisi pemerintah atau tetap berada di jalur oposisi.
Yang pasti, menurut Fadli, apapun sikap politik Gerindra nanti, tujuannya untuk kepentingan rakyat dan bangsa.
"Saya kira sikap kami mengedepankan kepentingan nasional. Itu sikap kami. Bahwa nanti ada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, itu sudah ada mekanismenya, tergantung apakah kita berbuat di dalam atau lebih efektif di luar. Itu belum kami putuskan finalnya," kata Fadli.
Fadli mengatakan partainya kini masih mengakaji apakah akan ikut bergabung dengan pemerintahan Jokowi atau tidak.
Baca: Spesifikasi Lengkap dan Harga Samsung Galaxy Note 10 yang Resmi Rilis Hari Ini
Baca: Motor MotoGP dan Moto2 Punya Teknik Menikung yang Berbeda, Ini Penjelasan dari Sam Lowes
Menurut Wakil Ketua DPR itu, masuk ke dalam koalisi atau oposisi ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
"Ya itu nanti kita lihat, ada plus minusnya," katanya.
Fadli yakin bila kemudian Gerindra masuk ke dalam pemerintahan, tidak akan menyandera dirinya yang selama ini kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.
Karena kata Fadli, yang ia suarakan dalam mengkritik pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat.
"Enggaklah (menyandera), kalau saya akan menyuarakan kepentingan rakyat, konstituen saya," katanya.
Bila nantinya tetap bertugas di DPR dan Gerindra berada di dalam pemerintahan, Fadli mengaku akan tetap bersikap kritis.
"Ya kalau saya bekerja kalau sebagai DPR, ya Sesuai kepentingan rakyat ya suara konsituen ya itu perintahnya konstitusi," pungkasnya.
Baca tanpa iklan