Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hadapi Industri 4.0, Kemenkominfo Berikan Beasiswa ASN ke China dan India

Niken menjelaskan ‎Perguruan Tinggi banyak mengeluarkan sarjana telekomunikasi namun di lapangan terjadi gap.

Hadapi Industri 4.0, Kemenkominfo Berikan Beasiswa ASN ke China dan India
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
??Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkominfo ?Rosarita Niken 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rosarita Niken mengaku sudah jauh-jauh hari memberikan bekal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar siap memasuki era industri 4.0.

Ditemui ketika menjadi narasumber di Auditorium Kementerian PAN-RB, Jakarta, Kamis (8/8/2019) mengatakan kondisi di Indonesia, banyak lulusan Perguruan Tinggi yang gagal masuk dunia industri.

Ini karena persyaratan teknologi informasi yang tidak sesuai dengan apa yang mereka pelajari.

"Berbeda dengan di Malaysia, disana lulusannya siap tapi kurang lapangan kerja di industri. ‎Filipina juga mereka agak kurang pengetahuan. Kalau Thailand kurang basic skill," tutur Niken.

Niken menjelaskan ‎Perguruan Tinggi banyak mengeluarkan sarjana telekomunikasi namun di lapangan terjadi gap. Di Perguruan Tinggi, perubahan kurikulum butuh waktu lama sementara teknologi tidak pernah berhenti.

Baca: 4 Zodiak Ini Disebut Tengah Kebelet Menikah, Apakah Kekasih Anda Termasuk?

"Kami terus kerja sama dengan perusahaan internasional. Kami serap ilmunya buat kurikulum. Khusus untuk Advance Digital Skill, kami berikan beasiswa ke ASN hingga ke China dan India. Karena mayoritas perusahaan digital dunia dikuasai orang India," imbuhnya.

Lebih lanjut, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho juga mengamini saat ini banyak pengangguran di usia muda terdidik.

Baca: Lihat Wanita Tertidur Pulas, Pencuri Ponsel dan Dompet Ini Tanggalkan Bajunya Berniat Merudapaksa

Berdasarkan data dari Bappenas, ada 8,63 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menganggur. Ada juga 6,31 persen lulusan universitas yang menganggur.

"Kita hadapi zaman baru, banyak pengangguran di usia muda terdidik. Ini kajian Bappenas loh," tambah Yanuar.

Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas