Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kata ICW soal Tak Lolosnya Basaria dalam Seleksi Capim KPK

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai wajar Basaria tumbang dari proses seleksi capim KPK

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kata ICW soal Tak Lolosnya Basaria dalam Seleksi Capim KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) didampingi Jubir KPK Febri Diansyah (kiri) memberikan keterangan kepada awak media saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/5/2019). KPK menetapkan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria sebagai tersangka terkait dugaan suap pembangunan Jembatan Ambayan dengan total suap Rp 460 juta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan dinyatakan tak lolos dalam seleksi calon pimpinan (capim) KPK periode 2019-2023.

Basaria gagal lulus dari tes psikologi atau seleksi tahap ketiga yang digelar Panitia Seleksi (Pansel) Capim KPK, Minggu (28/7) lalu.

Baca: Kabar Anggota DPR Ditangkap KPK, Jubir : Sudah Tiba dan Sedang Diperiksa

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai wajar Basaria tumbang dari proses seleksi capim KPK.

Pasalnya, selama ini banyak catatan kritis terhadap KPK di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo cs.

"Sebenarnya, banyak catatan kritis yang banyak diberitakan kepada lima komisioner KPK saat ini, dan kita pandang lebih baik figur-figur baru yang menempati pimpinan KPK 2019-2023," kata Kurnia kepada pewarta, Kamis (8/8/2019).

Baca: Basaria Pasrah Tak Lolos Tes Psikologi Capim KPK: Itu Sudah Hasil Terbaik

Kurnia membeberkan catatan kritis ICW terhadap pimpinan KPK saat ini, antara lain rendahnya tuntutan pidana hingga gejolak internal yang terjadi di tubuh KPK.

Tak hanya itu, ICW juga menyoroti soal penerapan asset recovery yang belum maksimal.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Kurnia, saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran rekam jejak 40 peserta capim KPK.

Atas dasar itu, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan kandidat mana yang memiliki potensi untuk menjadi pimpinan komisi antikorupsi tersebut.

"Kita belum selesai tracking tentang siapa saja calon-calon potensial. Dan kalau dibilang ada, pasti ada ya dari 40 ini orang-orang baik begitu. Tapi, memang kita belum mempublikasikan itu," ujar Kurnia.

Basaria merupakan satu dari 6 orang unsur KPK yang gugur usai tes psikologi.

Lima anggota KPK lainnya yang juga gagal lolos, antara lain Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Direktur Gratifikasi KPK Syarif Hidayat, Wakil Ketua 2 Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid.

Kemudian Koordinator Wilayah VI Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha, serta Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK wilayah Jawa Tengah, Muhammad Najib Wahito.

Baca: Hendardi: Pansel Calon Pimpinan KPK Bukan Alat Pemuas ICW

Nama-nama mereka tak disebut saat Pansel Capim KPK membacakan 40 peserta yang lulus tes di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (5/8).

Sementara itu, lima internal KPK yang lolos seleksi tahap ketiga yakni dua Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Laode M. Syarif, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas