Saat Megawati 'Sentil' Airlangga Hartarto Soal Komitmen UU MD3 dan Berkisah Kerap Ditipu
Dibuat Undang-Undang baru yang menyebut, yang duduk di kursi ketua DPR adalah yang dipilih berdasarkan pemilihan
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Yang dimaksudnya tentu nasib dirinya setelah pemilu 1999 lalu, yang tak diangkat menjadi presiden walau pemenang pemilu saat itu.
Megawati mengaku dirinya kerap berdialog dengan arwah ayahnya, Soekarno, soal kesedihan demikian.
Dalam sanubarinya, Megawati mengaku berkata kepada ayahnya untuk menguatkannya agar terus bersabar.
"Kesabaran revolusioner. Hadiahnya sekarang dua kali menang pemilu. Mau tidak menang 3 kali?" kata Megawati ke kadernya yang dijawab serentak, "Mau."
Baca: Di Depan Peserta Kongres PDIP, Megawati Heran dengan Nama Baru Ahok: Masa Gak Boleh Namanya Aseng?
Baca: Fadli Zon: Hadiri Kongres PDIP, Bukti Prabowo Berhubungan Baik dengan Megawati
"Itu namanya PDI Perjuangan. Gitu dong. Tapi aduh, jangan ditipu terus lah. Mabok. Inilah politik Indonesia Pak Jokowi. Mentang-mentang aku perempuan, katanya tak bisa presiden perempuan. Tapi Saya ini presiden kelima," kata Megawati ke hadapan Jokowi yang juga hadir di ruangan.
"Silahkan tipu saya, bohongi saya, tak apa saya diam. Suatu saat kemenangan kita raih," tandas Megawati. (Tribun Network)