Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sebagai WNI, Enzo Zenz Allie Berhak Jadi Taruna Akademi TNI

Asrorun mengatakan, anak muda Indonesia bisa mengaktualisasikan peran sebagai warga negara lewat olahraga maupun wirausaha. Begitu pun Enzo, berhak

Sebagai WNI, Enzo Zenz Allie Berhak Jadi Taruna Akademi TNI
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Diskusi 'Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut sebagai warga negara Indonesia (WNI) Enzo Zenz Allie memiliki hak yang sama untuk menjadi taruna akademi TNI.

Sebagaimana diketahui, Taruna Akmil Magelang bernama Enzo Zenz Allie tengah jadi berita dan perbincangan di masyarakat. Pertama, karena ia berdarah campuran Indonesia-Perancis. Kedua, karena ia dikaitkan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

"Yang muncul belakangan itu adalah soal yang menurut kita adalah paradoks ya. Satu sisi ada komitmen anak muda berprestasi dengan 4 bahasa, WNI. Karenanya dia memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi," ujar Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am dalam diskusi bertajuk 'Enzo, Pemuda, dan Kemerdekaan' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Remaja berdarah Perancis Enzo Zenz Allie (18)
Remaja berdarah Perancis Enzo Zenz Allie (18) (Dispenad)

Asrorun mengatakan, anak muda Indonesia bisa mengaktualisasikan peran sebagai warga negara lewat olahraga maupun wirausaha. Begitu pun Enzo, berhak menjadi akmil.

Baca: Temui Amirul Hajj di Tenda Arafah, Gus Yasin: Keluarga Ikhlas Jenazah Mbah Moen Dimakamkan di Mala

"Terlepas dari itu harapan ke depan adalah harapan anak muda. Bagaimana anak muda saat ini terpenuhi haknya dan teraktualkan potensinya secara baik. Serta memiliki ketahanan yang cukup selama kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk ketahanan ideologi," katanya.

Asrorun mengingatkan pentingnya langkah-langkah klarifikasi dalam memperoleh informasi yang benar. Isu yang menimpa Enzo bisa jadi benar, bisa jadi salah.

Namun, ia tetap percaya institusi TNI punya mekanisme perekrutan calon taruna dengan sangat profesional.

"Perlu ada verifikasi di tengah masyarakat yang tumbuh di era digital seperti ini. Bisa jadi benar masa lampau kemudian ada komitmen untuk memperbaiki. Bisa jadi tidak benar," kata Asrorun.

Baca: Akhir Pelarian Bagus Sebulan Pacari Istri Orang, Bunuh Ni Putu Yuniawati & Gadaikan Mobil Korban

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan kenapa Enzo Zenz Allie dinyatakan lolos seleksi calon prajurit taruna akademi TNI. Walaupun nama Enzo belakangan dikaitkan dengan organisasi terlarang HTI.

"Kan kita nggak boleh berpretensi, kita harus ada praduga tidak bersalah. Kita tidak melihat orangtua (dari Enzo) atau siapa, tetapi yang penting dirinya," kata Andika di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (9/8/2019).

"Dalam pemeriksaan parameter tes yang kami lakukan, yang bersangkutan oke. Tapi kami juga memahami mungkin ada pendalaman, jadi kita akan lakukan terhadap semuanya bukan hanya kepada dia, dan ini akan melengkapi dari hasil awal," imbuhnya.

Andika menjelaskan, pendidikan yang akan ditempuh calon prajurit taruna di Akmil adalah empat tahun. Oleh karenanya, imbuhnya, sebenarnya masih banyak waktu bagi internal TNI untuk mengukur kemampuan dan integritas calon prajurit tersebut.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas