Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gerindra Hormati Sikap Demokrat yang Akan Dukung Jokowi

Gerindra menghormati sikap apapun yang diputuskan Demokrat nantinya. Baik itu bergabung dengan partai koalisi pemerintah atau sebaliknya

Gerindra Hormati Sikap Demokrat yang Akan Dukung Jokowi
Warta Kota/henry lopulalan
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017). Kedua tokoh tersebut bersilaturahmi sambil membahas situasi bangsa dan negara terkini. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai bahwa rencana Partai Demokrat melabuhkan dukungan ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf nanti merupakan hal yang wajar. Setiap partai politik menurutnya, memiliki pandangan serta pertimbangan kebijakan masing-masing.

"Itu adalah hal yang wajar dalam demokrasi tentu time table tergantung dari parpol masing-masing," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (14/8/2019).

Menurut Fadli, Gerindra menghormati sikap apapun yang diputuskan Demokrat nantinya. Baik itu bergabung dengan partai koalisi pemerintah, atau menjadi bagian dari partai oposisi.

"Karena saya yakin dua-duanya (oposisi dan koalisi) itu mempunyai posisi yang strategis ya, hitung-hitungan politik tergantung juga konsituen dan saya kira tergantung arah dari parpol tersebut. Jadi saya kira hal yang wajar dalam berdemokrasi,"ujar Fadli.

Baca: Golkar Ungkap Rencana Dukungan Demokrat akan Dibahas Partai Koalisi Pemerintah

Partai Gerindra sendiri menurut Fadli menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Partai Prabowo Subianto untuk memutuskan sikap apakah akan berada di dalam atau di luar pemerintahan. Yang pasti menurutnya apapun sikap politik Gerindra nanti, semua bertujuan untuk kebaikan bangsa dan negara.

"Kalau kita dalam pemerintahan harus efektif bekerja dalam rangka membangun kepentingan bangsa yang lebih besar tapi di luar pemerintahan merupaka suatu opsi untuk melakukan cek and balance," pungkasnya.

Sebelumnya kader Demokrat Ferdinand Hutahaean mengklaim bahwa partainya telah memutuskan sikap politik ke depan. Sikap tersebut yakni mendukung pemerintahan dengan bergabung bersama partai koalisi Indonesia Kerja.

"Partai Demokrat arahnya adalah memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan. Ya itu sikap resmi dan opsi terdepan," ucap Ferdinand beberapa waktu lalu.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas