Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Politikus PDIP: Mempertahankan Sri Mulyani dan Rini Soemarno Sama Juga Memasang 'Bom Waktu'

mempertahankan Sri Mulyani sangat tidak tepat dan sangat memprihatinkan. Ia Juga mengkritik pedas Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Politikus PDIP: Mempertahankan Sri Mulyani dan Rini Soemarno Sama Juga Memasang 'Bom Waktu'
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Tebak-tebakan Isi Kabinet Jokowi, Parpol Nonparlemen Dilibatkan?' di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon menilai pertumbuhan ekonomi yang berkutat di 5 persen selama era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup memalukan.

Karena itu, dalam menyusun kabinet mendatang, ia meminta Jokowi merombak tim ekonomi agar pertumbuhan ekonomi nasional bisa tumbuh hingga 7 persen.

Ia mengatakan dalam menyusun Kabinet Kerja Jilid II, jangan terjebak dalam dikotomi menteri dari profesional atau parpol, menteri usia muda (milenial) atau usia tua.

"Yang harus dibahas itu, bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi 7 persen, menciptakan lapangan pekerjaan, bagaimana kriminalisasi turun, bagaimana menghilangkan narkoba, meningkatkan pendidikan agar memiliki standar internasional.

Baca: Dukung Sektor Pariwisata dan Ekonomi Digital, Blibli.com Tawarkan Kategori Travel Bagi Para Traveler

Baca: Tergiur Untung Rp 100 ribu perhari, Tukang Becak di Bandung Alih Profesi jadi Bandar Judi Online

Baca: Liburan Usai Wamil, TOP BIGBANG Pamerkan Foto Perempuan Bule yang Buat Penggemar Penasaran

Baca: Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Anda Lihat Mencerminkan Potensi dan Watak Terpendam

Supaya berdaya saing. Lihat Filipina, tenaga kerjanya dihargai lebih tinggi," katanya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk 'Tebak-tebakan Isi Kabinet Jokowi, Parpol Nonparlemen Dilibatkan?' di Media Center DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Anggota Komisi I DPR ini menjelaskan, satu di antara masalah besar ekonomi di Indonesia adalah ketergantungan pada pinjaman.

Menurutnya, jika dibiarkan berlarut-larut akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa membuat banyak masyarakat sengsara.

"Ketergantungan kita pada pinjam-meminjam itu sangat luar biasa. Harusnya kita ketergantungan kita kepada rakyat, yang bisa kita gali dari rakyat kita sendiri," tuturnya.

Ia lantas menyoroti kinerja Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas